Scroll untuk baca berita
Peristiwa

15 Rumah Warga di Kelurahan Botu Terendam Banjir

Avatar of Redaksi ✅
×

15 Rumah Warga di Kelurahan Botu Terendam Banjir

Sebarkan artikel ini
Salah satu rumah milik warga yang terendam air. (Foto: Abdulharis Kuna/Hibata.id)
Salah satu rumah milik warga yang terendam air. (Foto: Abdulharis Kuna/Hibata.id)

Hibata.id – Sebanyak lima belas rumah warga di Kelurahan Botu, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo terendam banjir setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut, Rabu (26/6/2024).

Berdasarkan pantauan Hibata.id di lokasi, direndamnya rumah warga tersebut disebabkan oleh air dari Sungai Bone meluap.

Luapan air Sungai Bone meluap itu akibat dari hutan yang berlangsung selama dari siang, hingga sore hari.

Baca Juga:  Tim SAR Evakuasi Korban Kecelakaan Mobil Pertamina di Gorontalo Utara

Yuyun Djou, salah seorang warga setempat mengatakan, ketinggian air yang merendam 15 rumah warga itu sekitar lebih dari 1 meter.

Hal itu sontak membuat warga harus terpaksa mengevakuasikan diri dan mengungsi ke tempat yang lebih aman.

“Ada sekitar 50 Kepala Keluarga yang saat ini rumah mereka terendam banjir,” ujar Yuyun

Baca juga: Satu Rumah di Kota Gorontalo Diterjang Longsor

Baca Juga:  Banjir Kembali Rendam Desa Hulawa: Warganet Soroti Kerusakan Lingkungan

Tingginya luapan air dari sungai bone itu tak hanya merendam rumah mereka. Akan tetapi, alat-alat bangunan milik warga juga ikut dihantam oleh banjir.

“Ada semen yang akan dipakai kerja untuk pembangunan rumah juga digambar banjir. Tidak bisa diselamatkan,” ungkapnya

Alih-alih surut, kata Yuyun, luapan air dari sungai terbesar di Gorontalo itu justru semakin meninggi hingga merambah ke pemukiman lainnya.

Baca Juga:  Warga Buteng Geger Penemuan Mayat Terapung di Perairan Mawasangka Timur

“Air ini akan naik lagi ini, karena dari tadi belum surut-surut,” ucapnya.

Dengan begitu, Yuyun berharap, pemerintah setempat bisa dengan cepat melakukan peninjauan ke rumah warga yang ikut terendam banjir.

“Dari tadi kita menunggu bantuan dari pemerintah setempat, tapi sampai hari ini belum datang,” imbuhnya

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel