Hibata.id – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara, kembali menyalurkan bantuan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pendamping ASI bagi bayi dan balita usia 6 hingga 59 bulan. Kegiatan kali ini berlangsung di Kelurahan Lakorua, Kecamatan Mawasangka Tengah, Jumat (7/11/2025).
Penyaluran bantuan dilakukan langsung oleh Ketua TP-PKK Buton Tengah, Umi Noranah Azhari, S.Pd., didampingi tenaga kesehatan puskesmas, camat, ibu PKK tingkat kecamatan, serta kader posyandu setempat.
Menurut Umi Noranah, kegiatan ini merupakan bentuk komitmen PKK dalam mendukung program pemerintah daerah untuk menurunkan angka stunting di Buton Tengah.
“Ini langkah nyata kami untuk membantu pemerintah daerah menekan angka stunting dan risiko gizi buruk. Kami berharap semua ibu rutin mengikuti kegiatan posyandu agar tumbuh kembang anak dapat terpantau dengan baik,” ujarnya.
Ia menegaskan, posyandu memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam memberikan pelayanan kesehatan, edukasi gizi, dan imunisasi bagi anak.
“Masih banyak ibu yang belum memahami pentingnya posyandu. Karena itu, ibu-ibu yang hadir hari ini adalah contoh luar biasa bagi masyarakat lain,” tambahnya.

Umi Noranah juga mengingatkan pentingnya konsumsi ikan dan bahan pangan lokal bergizi untuk mendukung tumbuh kembang anak.
“Masa emas pertumbuhan atau golden age harus dioptimalkan dengan gizi seimbang. Ikan dan umbi-umbian lokal sangat baik karena kaya protein dan serat,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa pemberian PMT hanya menjadi salah satu upaya dari serangkaian langkah penanggulangan stunting. Edukasi dan kesadaran orang tua dalam menerapkan pola makan sehat di rumah menjadi faktor penentu keberhasilan program ini.
Selain pemberian PMT, PKK juga mendorong masyarakat menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) agar lingkungan keluarga tetap sehat dan bebas penyakit.
Berdasarkan data e-PPGBM Dinas Kesehatan Buton Tengah, angka stunting di daerah tersebut terus menurun sejak 2021. Jika pada 2021 tercatat 23,4 persen, maka pada 2023 turun menjadi 15,7 persen dan tahun 2024 kembali menurun hingga 14 persen.
Pemerintah daerah bersama TP-PKK menargetkan angka stunting di Buton Tengah terus menurun signifikan pada 2025 melalui penguatan posyandu, edukasi gizi, dan pemanfaatan pangan lokal.












