Kab. Gorontalo

Dzikir dan Doa Warnai Puncak HUT ke-352 Kabupaten Gorontalo di Masjid Agung

×

Dzikir dan Doa Warnai Puncak HUT ke-352 Kabupaten Gorontalo di Masjid Agung

Sebarkan artikel ini
Puncak peringatan HUT ke-352 Kabupaten Gorontalo/Hibata.id
Puncak peringatan HUT ke-352 Kabupaten Gorontalo/Hibata.id

Hibata.id – Puncak peringatan HUT ke-352 Kabupaten Gorontalo berlangsung khidmat di Masjid Agung Baiturrahman Limboto, Senin malam (24/11).

Ratusan ASN, tenaga kontrak, dan warga dari berbagai wilayah menghadiri ceramah agama, dzikir, dan doa bersama yang menjadi agenda utama kegiatan bernuansa spiritual tersebut.

Kehadiran pimpinan daerah menambah kekhusyukan suasana. Bupati Gorontalo Sofyan Puhi, Wakil Bupati Tonny Junus, Sekda Sugondo Makmur, jajaran Muspida, serta pimpinan OPD terlihat larut dalam rangkaian ibadah bersama masyarakat.

Baca Juga:  Pemkab Gorontalo Luncurkan BSP-Lapak ST: Satu Pintu Layanan Publik untuk Warga Desa

Ceramah pembuka disampaikan Ustaz Muhammad Bakari, S.Ag, yang mengajak jamaah menumbuhkan rasa syukur sebagai dasar ketangguhan dalam menghadapi berbagai keadaan.

Suasana semakin hidup saat Habib Salim Abdurrahman Al-Jufri, LC menyampaikan pesan mendalam mengenai tiga pondasi pembentuk kualitas pribadi muslim, yaitu ibadah, ilmu, dan akhlak.

Di hadapan jamaah, Habib Salim juga menekankan pentingnya kepedulian sosial. Ia mengajak masyarakat menjadikan peringatan HUT bukan semata kegiatan seremonial, melainkan momentum memperkuat solidaritas. “Sedekah adalah perisai,” ujarnya.

Baca Juga:  Khatam Raya di Tibawa, Tonny Junus: Ini Baru Awal Menjalani Hidup Qurani

Rangkaian dzikir dan doa bersama dipimpin Ustaz Alwin Ntoma, Ustaz Wahyudin Mohamad, dan Ustazah Ariyati Pakaya, menghadirkan suasana spiritual yang menyentuh dan menyatukan seluruh jamaah hingga akhir kegiatan.

Sekda Sugondo Makmur menyampaikan bahwa kegiatan religius ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas spiritual masyarakat.

Baca Juga:  Pemkab Gorontalo Siapkan Rp6,56 Miliar untuk TPP ke-13 dan 14

“Ini adalah ajakan memperkuat spiritualitas sebagai bagian dari perjalanan Kabupaten Gorontalo memasuki usia ke-352 tahun,” katanya.

Malam itu, Masjid Agung tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang kebersamaan masyarakat, pengingat nilai keimanan, dan simbol harapan untuk pembangunan Kabupaten Gorontalo yang lebih baik di masa mendatang.