Kabar

PETI Dengilo Diduga Setop Sementara, Alat Berat Masih Terparkir Rapi

×

PETI Dengilo Diduga Setop Sementara, Alat Berat Masih Terparkir Rapi

Sebarkan artikel ini
Aktivitas PETI Stop, Namun Ekskavator Masih Terlihat di Lokasi Dengilo/Hibata.id
Aktivitas PETI Stop, Namun Ekskavator Masih Terlihat di Lokasi Dengilo/Hibata.id

Hibata.id – Aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Desa Karya Baru dan Desa Popaya, Kecamatan Dengilo, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, dilaporkan sudah berhenti.

Meski demikian, sejumlah alat berat masih tampak terparkir di area bekas lokasi tambang.

Scroll untuk baca berita

Pantauan langsung wartawan Hibata.id pada Rabu (03/12/2025) menunjukkan tidak ada lagi ekskavator yang beroperasi di titik-titik aktivitas PETI.

Beberapa alat berat dan perlengkapan tambang masih berada di lokasi, menandakan proses penertiban belum sepenuhnya tuntas.

Baca Juga:  Dugaan Manipulasi Dokumen ASN di Bone Bolango, Bukti Baru Terungkap

IPDA Adam Ahmad, SH, dari Polsubsektor Dengilo, menjelaskan bahwa aparat gabungan bersama pemerintah kecamatan dan pemerintah desa telah turun memberikan imbauan kepada pelaku aktivitas PETI.

“Kami dari Polsubsektor Dengilo mendampingi pemerintah desa sesuai surat pemberitahuan dari Kepala Desa Karya Baru dan Popaya. Tim bersama pihak kecamatan menuju lokasi PETI untuk pelaksanaan penertiban,” kata IPDA Adam.

Ia menyebutkan, saat aparat tiba, tidak ada lagi alat berat yang beroperasi. Namun sejumlah pekerja masih berada di lokasi. Aparat desa kemudian menyampaikan imbauan agar informasi penertiban diteruskan kepada pemilik usaha tambang.

Baca Juga:  Misteri Ekskavator XCMG, Kades-Operator Jadi Tumbal PETI Alamotu?

“Tujuan pemerintah desa adalah memberikan pemberitahuan terkait rencana penertiban, terutama menyangkut potensi kerusakan lingkungan akibat aktivitas PETI,” ujarnya.

IPDA Adam menekankan pentingnya kerja sama seluruh pihak untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan kelestarian lingkungan di wilayah Dengilo.

“Ke depan, kami berharap semua pihak ikut menjaga situasi yang kondusif. Untuk aktivitas PETI, kolaborasi bersama sangat dibutuhkan guna menemukan solusi terbaik, khususnya terkait isu kerusakan lingkungan yang menjadi fokus penertiban hari ini,” jelasnya.

Baca Juga:  Lapas Gorontalo Wisuda 145 Santri Warga Binaan, Wujud Pembinaan Keagamaan

Hingga laporan ini diterbitkan, alat berat masih berada di sekitar lokasi tambang dan belum dipindahkan. Masyarakat kini menunggu langkah lanjutan dari pemerintah desa, pemerintah kecamatan, dan aparat keamanan terkait keberlanjutan proses penertiban.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel