Hibata.id – Kabar baik juga bagi masyarakat Kabupaten Gorontalo yang belum bekerja.
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) setempat menyiapkan program penciptaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) baru berbasis keterampilan pada Tahun Anggaran 2026.
Program ini dirancang khusus bagi pencari kerja agar memiliki keahlian praktis sebelum memulai usaha.
Peserta tidak hanya mendapatkan pelatihan, tetapi juga dibekali peralatan usaha sesuai bidang yang ditekuni.
Kepala Disnakertrans Kabupaten Gorontalo, Kisman Ishak, mengatakan pemerintah daerah mengalokasikan anggaran sebesar Rp500 juta untuk mendukung pelaksanaan program tersebut.
“Peserta kami latih dulu sampai benar-benar punya kemampuan. Setelah itu, baru kami bantu peralatan usaha secara perorangan,” ujar Kisman.

Tahun ini, Disnakertrans fokus pada empat jenis usaha yang dinilai punya peluang pasar cukup besar.
Bidang tersebut meliputi pertukangan bangunan, desain grafis cetak kaus, teknisi mesin pendingin atau AC, serta kuliner minuman kekinian dan saraba.
Menurut Kisman, keempat sektor tersebut dipilih karena permintaannya terus meningkat dan relatif mudah dijalankan oleh pemula yang sudah memiliki keterampilan dasar.
Sebanyak 64 peserta akan mengikuti pelatihan dan pendampingan secara intensif.
Bantuan peralatan diberikan secara individu agar setiap peserta bisa langsung memulai usaha sendiri tanpa bergantung pada kelompok.
“Kami ingin setelah pelatihan selesai, peserta bisa langsung bekerja dan menghasilkan. Targetnya mereka mandiri dan tidak menunggu lowongan kerja formal,” kata Kisman.
Melalui program ini, Disnakertrans berharap dapat mencetak pelaku UMKM baru yang produktif, sekaligus membantu menekan angka pengangguran di Kabupaten Gorontalo.












