Scroll untuk baca berita
Kabar

Polemik Gaji Cleaning Service dan Fasilitas Rusak Masjid Agung Baiturrahim, BTM Harus Bertanggung Jawab

×

Polemik Gaji Cleaning Service dan Fasilitas Rusak Masjid Agung Baiturrahim, BTM Harus Bertanggung Jawab

Sebarkan artikel ini

Hibata.id – Badan Takmirul Masjid (BTM) Masjid Agung Baiturrahim Gorontalo berada di pusaran polemik. Dugaan tunggakan upah cleaning service serta rusaknya sejumlah fasilitas masjid menyeret pengelolaan rumah ibadah terbesar di Kota Gorontalo itu ke dalam sorotan publik. Dua persoalan tersebut dinilai bukan sekadar kelalaian teknis, melainkan cermin buruknya tata kelola yang sepenuhnya berada di bawah tanggung jawab BTM.

Masalah upah tenaga kebersihan yang disebut belum dibayarkan beriringan dengan kondisi fasilitas masjid yang tak terawat. Padahal, Masjid Agung Baiturrahim bukan hanya pusat kegiatan keagamaan, melainkan juga aset milik Pemerintah Kota Gorontalo. Karena itu, setiap rupiah dana yang masuk dan keluar seharusnya dikelola secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Baca Juga:  Ramalan Cinta Zodiak 2025, Peluang Baru dan Transformasi Romantis

Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, sebelumnya bahkan dikabarkan sempat meluapkan kemarahan atas buruknya pengelolaan keuangan masjid. Dalam laporan penggunaan dana yang diminta, ditemukan banyak pengeluaran tanpa didukung administrasi yang memadai.

“Pak wali sempat marah dengan laporan dana yang mereka masukkan. Ada beberapa pengeluaran yang tidak dibuktikan dengan kwitansi,” ungkap salah satu sumber yang dekat dengan Adhan.

Persoalan tidak berhenti di situ. Adhan juga disebut kecewa lantaran dana kontrak dari Telkomsel senilai sekitar Rp 225 juta tidak tercantum dalam laporan keuangan yang diserahkan BTM. Dana tersebut berasal dari kerja sama penyewaan lokasi masjid untuk pembangunan menara telekomunikasi.

Baca Juga:  Loker BUMN Bank BRI 2025 Dibuka Hari Ini, Cek Syarat dan Daftar Sekarang

“Telkomsel ngontrak di situ untuk towernya. Nilai kontraknya kurang lebih Rp 225 juta. Ini juga diminta Pak Wali, tapi tidak dilampirkan dalam laporan,” kata sumber tersebut.

Ketiadaan laporan yang jelas atas dana sebesar itu memperkuat dugaan lemahnya akuntabilitas pengelolaan masjid. Di tengah kondisi tersebut, tunggakan gaji tenaga kebersihan dan rusaknya fasilitas masjid menjadi ironi yang sulit dibantah.

Baca Juga:  Humas Connect 2025, Imigrasi Gorontalo Perkuat Edukasi Paspor Elektronik

Atas berbagai persoalan itu, Adhan dikabarkan sejak jauh hari telah merencanakan pembenahan total, termasuk merombak struktur pengurus BTM Masjid Agung Baiturrahim.

“Tentu akan dirombak pengurusnya. Karena Masjid Baiturrahim itu aset Pemkot Gorontalo,” ujar sumber tersebut.

Kini, sorotan publik tertuju pada langkah konkret Pemerintah Kota Gorontalo untuk memastikan pengelolaan Masjid Agung Baiturrahim berjalan transparan, profesional, dan berpihak pada kepentingan jamaah—bukan sebaliknya.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel