Scroll untuk baca berita
Kabar

Ketua Syarikat Islam Sulut Ajak Warga Maknai Ramadhan sebagai Momentum Penguatan Iman

×

Ketua Syarikat Islam Sulut Ajak Warga Maknai Ramadhan sebagai Momentum Penguatan Iman

Sebarkan artikel ini
Ketua wilayah, Machmud Turuis. (Foto: Istw)
Ketua wilayah, Machmud Turuis. (Foto: Istw)

Hibata.id – Menyongsong Ramadhan 1447 Hijriah, Syarikat Islam wilayah Sulawesi Utara menyerukan kepada umat Islam agar menjadikan bulan suci sebagai momentum penguatan spiritual sekaligus peneguhan solidaritas sosial.

Seruan itu disampaikan melalui pesan resmi organisasi yang beredar menjelang datangnya bulan puasa.

Scroll untuk baca berita

Ketua wilayah, Machmud Turuis, menekankan bahwa Ramadhan bukan sekadar siklus tahunan yang hadir dan berlalu. Di tengah dinamika sosial dan tantangan kehidupan modern, ia menilai bulan suci harus dimaknai sebagai ruang refleksi dan perbaikan diri.

Baca Juga:  Dispora Provinsi Gorontalo Disorot, Program Kepemudaan Diduga Tak Tepat Sasaran

“Ramadhan adalah kesempatan untuk memperdalam kualitas iman, menata kembali niat, serta memperkuat kepedulian terhadap sesama,” ujarnya.

Menurut Machmud, esensi puasa tidak berhenti pada menahan lapar dan dahaga. Lebih jauh, Ramadhan menjadi sarana pembentukan karakter—melatih kesabaran, kejujuran, dan kedisiplinan.

Ia mengajak warga Syarikat Islam serta umat Islam pada umumnya menjalani ibadah dengan ketulusan, menjauhkan diri dari sikap berlebih-lebihan, dan memperbanyak amal kebajikan yang berdampak nyata bagi masyarakat.

Seruan tersebut juga menyinggung pentingnya menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman Sulawesi Utara. Daerah yang dikenal plural ini, kata dia, membutuhkan kontribusi aktif organisasi keagamaan dalam merawat kerukunan.

Baca Juga:  Rustam Akili Meninggal Dunia, Ini Jadwal Pemakamannya

Melalui pendekatan religius yang sejuk dan inklusif, Syarikat Islam berupaya menempatkan diri sebagai mitra masyarakat dalam membangun kehidupan yang rukun dan berkeadaban.

Machmud turut mendorong agar momentum Ramadhan diisi dengan kegiatan sosial yang terorganisasi—mulai dari santunan bagi kaum dhuafa, penguatan ekonomi umat, hingga forum-forum kajian yang memperkaya wawasan keislaman.

Baca Juga:  Gempa Magnitudo 6,2 Guncang Tenggara Gorontalo, Tidak Berpotensi Tsunami

Baginya, ibadah individual harus berjalan seiring dengan tanggung jawab sosial. “Keberkahan Ramadhan akan terasa lebih luas jika nilai empati dan gotong royong benar-benar dihidupkan,” katanya.

Pesan tersebut menjadi penegasan arah gerak organisasi di tingkat wilayah: memperkuat fondasi spiritual sembari merawat kohesi sosial.

Di tengah perubahan zaman, Syarikat Islam Sulawesi Utara berupaya menjaga perannya sebagai simpul moral dan sosial—menghubungkan nilai-nilai keagamaan dengan kebutuhan nyata masyarakat.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel