Hibata.id – Perawatan diabetes menjadi langkah utama bagi pasien yang baru menerima diagnosis. Data Kementerian Kesehatan RI pada 2026 mencatat lebih dari 19 juta penduduk Indonesia hidup dengan diabetes. Jumlah itu menempatkan Indonesia dalam jajaran negara dengan kasus diabetes tertinggi di dunia.
Dokter menegaskan, pasien tetap dapat hidup sehat dan produktif selama menjalankan perawatan diabetes secara konsisten.
Pengendalian gula darah, perubahan gaya hidup, terapi obat, serta pemantauan rutin menjadi fondasi utama untuk mencegah komplikasi jangka panjang.
Mengenal diabetes
Diabetes merupakan penyakit kronis ketika tubuh tidak mampu mengatur kadar gula darah (glukosa) secara normal. Kondisi ini terjadi karena pankreas tidak memproduksi insulin yang cukup atau tubuh tidak merespons insulin secara optimal.
Berikut tiga jenis diabetes yang paling sering ditemukan:
Diabetes tipe 1: Sistem imun menyerang sel penghasil insulin. Pasien membutuhkan terapi insulin seumur hidup.
Diabetes tipe 2: Tubuh mengalami resistensi insulin atau produksi insulin menurun. Jenis ini mencakup sekitar 90 persen kasus.
Diabetes gestasional: Muncul saat kehamilan dan meningkatkan risiko diabetes tipe 2 di kemudian hari.
Tanpa perawatan diabetes yang tepat, gula darah tinggi dapat memicu komplikasi serius seperti gagal ginjal, gangguan penglihatan, kerusakan saraf (neuropati), hingga penyakit jantung dan stroke.
Pola makan sehat
Dokter spesialis endokrinologi dan ahli gizi merekomendasikan pengaturan pola makan sebagai strategi utama mengontrol gula darah pada 2026. Pasien tidak harus menghindari makanan tertentu sepenuhnya, namun perlu mengatur porsi dan frekuensi konsumsi.
Makanan yang dianjurkan:
Sayuran hijau, bayam, brokoli, kangkung
Protein tanpa lemak, ikan, ayam tanpa kulit, tahu, tempe
Karbohidrat kompleks, beras merah, oat, quinoa, ubi jalar
Lemak sehat, alpukat, kacang almond, minyak zaitun
Buah indeks glikemik rendah, apel, pir, beri
Makanan yang perlu dibatasi:
Minuman manis, soda, minuman kemasan bergula
Makanan olahan tinggi lemak trans
Nasi putih dan roti putih dalam porsi besar
Kue, permen, produk tinggi gula tambahan
Tenaga medis menganjurkan metode “isi piring sehat” atau plate method. Setengah piring diisi sayuran, seperempat protein, dan seperempat karbohidrat kompleks.
Aktivitas fisik
Aktivitas fisik membantu sel tubuh lebih sensitif terhadap insulin sehingga kadar gula darah lebih stabil. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan PERKENI 2026 menyarankan olahraga rutin dengan intensitas sedang.
Berikut rekomendasi umum:
Jalan kaki 30 menit, 5–7 hari per minggu
Renang 30–45 menit, 3–4 kali per minggu
Latihan kekuatan 20–30 menit, 2–3 kali per minggu
Yoga atau tai chi 30–60 menit, 3–5 kali per minggu
Pasien perlu memastikan kadar gula darah dalam batas aman sebelum berolahraga. Hindari aktivitas fisik berat saat gula darah di bawah 100 mg/dL atau di atas 300 mg/dL.
Pengobatan diabetes
Terapi medis tetap menjadi bagian penting dalam perawatan diabetes. Dokter menentukan jenis obat berdasarkan kondisi pasien, usia, risiko komplikasi, serta penyakit penyerta.
Obat yang umum digunakan:
Metformin: Terapi lini pertama untuk diabetes tipe 2
Insulin: Wajib untuk diabetes tipe 1 dan kasus tertentu tipe 2
SGLT-2 inhibitor: Membantu kontrol gula darah sekaligus melindungi jantung dan ginjal
GLP-1 receptor agonist: Membantu menurunkan berat badan dan mengontrol gula darah
Pemantauan gula darah mandiri juga wajib dilakukan. Target umum PERKENI 2026 meliputi:
Gula darah puasa: 80–130 mg/dL
Dua jam setelah makan: kurang dari 180 mg/dL
HbA1c: di bawah 7 persen
Teknologi Continuous Glucose Monitor (CGM) kini semakin luas digunakan di Indonesia karena mampu memantau gula darah secara real-time.
Kesehatan mental
Dokter menemukan hampir 40 persen pasien diabetes mengalami gejala stres, kecemasan, atau depresi. Kondisi psikologis tersebut dapat meningkatkan hormon kortisol yang memicu kenaikan gula darah.
Pasien dapat menjaga kesehatan mental dengan cara:
Bergabung dalam komunitas diabetes
Melakukan meditasi atau latihan pernapasan
Berkonsultasi dengan psikolog klinis
Melibatkan keluarga sebagai sistem pendukung
Pendekatan ini membantu pasien menjaga konsistensi perawatan jangka panjang.
Pemeriksaan rutin
Tenaga medis menyarankan pemeriksaan berkala untuk mendeteksi komplikasi sejak dini.
Pemeriksaan yang dianjurkan meliputi:
HbA1c setiap tiga bulan
Fungsi ginjal setiap enam bulan
Pemeriksaan mata setahun sekali
Pemeriksaan kaki setiap kunjungan
Profil lipid dan tekanan darah setiap 3–6 bulan
Deteksi dini terbukti menekan risiko amputasi, gagal ginjal, dan gangguan penglihatan permanen.
Perawatan diabetes pada 2026 menekankan empat pilar utama, yakni pola makan seimbang, aktivitas fisik teratur, terapi obat yang tepat, dan pemantauan gula darah rutin. Pasien juga perlu menjaga kesehatan mental agar pengendalian gula darah tetap optimal.
Masyarakat dapat memanfaatkan layanan kesehatan seperti Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) BPJS Kesehatan yang menyediakan edukasi dan pemantauan rutin. Langkah sederhana seperti mencatat asupan makanan, rutin berolahraga, dan disiplin kontrol ke dokter dapat membantu pasien menghindari komplikasi serius.
Dengan komitmen dan dukungan tenaga medis, penderita diabetes tetap dapat menjalani hidup aktif, sehat, dan produktif.















