Kota Gorontalo

Adhan Dambea: Santri Harus Berilmu, Berakhlak, dan Berkontribusi bagi Bangsa

×

Adhan Dambea: Santri Harus Berilmu, Berakhlak, dan Berkontribusi bagi Bangsa

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea saat memimpin rapat koordinasi dan evaluasi (Rakorev) penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan di Bandhayo Lo Yiladia (BLY), Rabu (25/3/2026). (Foto: Humas Pemkot Gorontalo)
Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea saat memimpin rapat koordinasi dan evaluasi (Rakorev) penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan di Bandhayo Lo Yiladia (BLY), Rabu (25/3/2026). (Foto: Humas Pemkot Gorontalo)

HIbata.id – Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea menegaskan pentingnya peran santri dalam pembangunan daerah dan nasional. Menurut dia, santri tidak hanya dituntut menguasai ilmu agama, tetapi juga perlu memiliki wawasan luas, karakter kuat, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Pernyataan itu disampaikan Adhan dalam momentum peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026. Ia menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh santri, pimpinan pondok pesantren, kiai, ustaz, serta keluarga besar pesantren di Kota Gorontalo.

“Selamat Hari Santri Nasional 2026 kepada seluruh santri, khususnya yang berada di Kota Gorontalo. Semoga momentum ini semakin memperkuat semangat belajar, menjaga akhlak, serta menumbuhkan tekad untuk memberikan kontribusi terbaik bagi agama, bangsa, dan daerah,” ujar Adhan.

Baca Juga:  Pemkot Gorontalo Tertibkan TPKD Non-Database

Menurut Adhan, Hari Santri Nasional bukan sekadar peringatan tahunan. Momentum ini menjadi kesempatan untuk mengenang peran santri dalam perjalanan sejarah bangsa sekaligus mendorong kontribusi mereka dalam pembangunan Indonesia.

Ia menilai pesantren memiliki posisi strategis dalam dunia pendidikan. Selain menjadi tempat menimba ilmu agama, pesantren berperan membentuk karakter, menanamkan nilai-nilai kebangsaan, serta menumbuhkan sikap toleransi dan kepedulian sosial.

Karena itu, Adhan berharap para santri terus mengembangkan kapasitas diri tanpa meninggalkan nilai-nilai agama dan akhlak. Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, menurut dia, perlu berjalan beriringan dengan pembentukan karakter.

“Santri harus mampu menjawab tantangan zaman. Penguasaan ilmu pengetahuan harus berjalan seiring dengan pembentukan akhlak dan karakter. Kita berharap lahir generasi yang cerdas, mandiri, memiliki integritas, dan mampu mengambil peran dalam pembangunan daerah maupun nasional,” katanya.

Baca Juga:  Marten Taha: Perhatian Jokowi Terhadap Sepak Bola Begitu Besar

Adhan juga mengajak masyarakat untuk semakin menghargai pendidikan pesantren dan mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman serta berkualitas. Dukungan tersebut dinilai penting untuk melahirkan generasi penerus yang unggul dan mampu bersaing.

Ia menegaskan, pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi. Daerah juga membutuhkan sumber daya manusia yang bermoral, bertanggung jawab, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial.

Dalam konteks itu, Adhan berharap santri dapat mengambil peran lebih besar dalam kehidupan bermasyarakat, termasuk menjadi teladan dan membantu menjawab berbagai persoalan sosial.

Baca Juga:  Pj Wali Kota Gorontalo Hadiri Entry Meeting BPKP

“Pemerintah Kota Gorontalo berharap para santri terus menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan sosial, menjadi teladan di tengah masyarakat, serta berperan aktif menjaga persatuan dan kerukunan,” ujarnya.

Adhan berharap peringatan Hari Santri Nasional 2026 semakin mempererat hubungan antara pemerintah, pesantren, dan masyarakat dalam mendorong kemajuan Kota Gorontalo. Sinergi ketiga unsur tersebut dinilai penting untuk membangun daerah yang berkarakter dan berdaya saing.

“Santri hari ini adalah bagian dari masa depan bangsa. Dengan ilmu, akhlak, dan semangat pengabdian, santri diharapkan mampu membawa manfaat bagi masyarakat serta ikut menentukan arah kemajuan Indonesia,” tutur Adhan.