Scroll untuk baca berita
Kabar

APPL Desak Hentikan Penggunaan Alat Berat di PETI Pohuwato, Tapi Lindungi Penambang Tradisional

×

APPL Desak Hentikan Penggunaan Alat Berat di PETI Pohuwato, Tapi Lindungi Penambang Tradisional

Sebarkan artikel ini
Ketua Umum (Ketum) terpilih Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Pohuwato Aswad Lihawa. (Foto: Dok. Pribadi)
Ketua Umum (Ketum) terpilih Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Pohuwato Aswad Lihawa. (Foto: Dok. Pribadi)

Hibata.id – Ketua Aliansi Pemuda Peduli Lingkungan (APPL) Kabupaten Pohuwato, Aswad Lihawa, kembali menyoroti maraknya penggunaan alat berat, khususnya excavator, dalam aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Pohuwato. Menurutnya, keberadaan alat berat bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga mengancam kelestarian lingkungan dan keberlangsungan hidup para penambang tradisional.

Aswad menegaskan bahwa penambang lokal sejati di Pohuwato tidak pernah bergantung pada excavator. Sejak lama, mereka menjalankan aktivitas tambang secara tradisional dengan mengandalkan tenaga manusia serta kearifan lokal yang lebih ramah terhadap lingkungan.

Baca Juga:  Fraksi Amanat Desa DPRD Pohuwato Pasang Badan: Tolak Total Perluasan Tambang Emas dan Sawit

“Ketika excavator disingkirkan dari tambang ilegal, para penambang tradisional tidak akan mati kelaparan. Mereka tetap bisa bertahan hidup dengan cara menambang yang sederhana, mandiri, dan berkelanjutan,” ujar Aswad.

Ia juga mengkritik sebagian penambang yang terlalu bergantung pada alat berat dan menganggap ketiadaannya sebagai musibah besar. “Penambang yang mengeluh saat excavator ditarik itu terlalu manja. Mereka terbiasa dengan hal instan. Jika benar-benar penambang asli Pohuwato, mestinya bersyukur karena tambang manual bisa kembali hidup dan lestari,” tambahnya.

Baca Juga:  Laut Gorontalo Jadi Saksi Heningnya Penghormatan untuk Pahlawan Bhayangkara

Namun, Aswad menyayangkan bahwa suara-suara kritis terhadap penggunaan alat berat sering kali dibungkam dan dianggap mengganggu. Padahal, menurutnya, seruan itu lahir dari kepedulian terhadap masa depan daerah.

“Penggunaan excavator dalam skala besar tidak hanya ilegal, tetapi juga mempercepat kerusakan lingkungan yang bisa mengakibatkan bencana ekologis. Longsor, banjir, dan pencemaran bisa menjadi realita sehari-hari jika ini terus dibiarkan,” tegasnya.

APPL menyerukan kepada pemerintah daerah dan masyarakat untuk segera menghentikan praktik tambang ilegal yang menggunakan alat berat. Mereka juga meminta dukungan penuh bagi para penambang tradisional yang telah lama menjaga kelestarian alam melalui praktik tambang yang lebih beretika dan berkelanjutan.

Baca Juga:  Lima Sila Buddha Jadi Inti Waisak 2025, Begini Cara Umat Memaknainya

“Kami percaya, masyarakat Pohuwato mampu membedakan mana aktivitas tambang yang merusak dan mana yang menjaga. Saatnya kita dukung tambang yang adil dan berkelanjutan—bukan yang hanya menguntungkan segelintir orang, tetapi menghancurkan masa depan bersama,” tutup Aswad.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel