Scroll untuk baca berita
Kabar

BI Gorontalo Pastikan Keamanan Transaksi Nontunai Selama Ramadan

×

BI Gorontalo Pastikan Keamanan Transaksi Nontunai Selama Ramadan

Sebarkan artikel ini
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Gorontalo Bambang Setya Permana bersama jajaran saat memberikan penjelasan dalam acara PIRAMIDA (Ngopi Bareng Insan Media)/Hibata.id
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Gorontalo Bambang Setya Permana bersama jajaran saat memberikan penjelasan dalam acara PIRAMIDA (Ngopi Bareng Insan Media)/Hibata.id

Hibata.id – Bank Indonesia (BI) terus memperkuat pemanfaatan layanan pembayaran nontunai melalui BI-FAST sebagai bagian dari inovasi sistem pembayaran nasional yang cepat, aman, dan berbiaya rendah, terutama menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026.

Kebijakan tersebut diarahkan untuk meningkatkan efisiensi transaksi masyarakat di tengah kenaikan aktivitas ekonomi musiman.

Scroll untuk baca berita

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Gorontalo Bambang Setya Permana mengatakan BI-FAST memberikan kemudahan transfer antarbank dengan biaya maksimal Rp2.500 per transaksi.

Baca Juga:  Keberuntungan Zodiak Tahun 2024, Cek Bintang Kalian

“BI-FAST memberikan kemudahan kepada masyarakat. Selain cepat dan efisien, biaya transfernya sangat terjangkau, yakni Rp2.500 per transaksi antarbank,” ujar Bambang.

BI-FAST merupakan infrastruktur sistem pembayaran ritel nasional yang memungkinkan masyarakat melakukan transfer dana secara real time selama 24 jam.

Skema ini menjadi alternatif yang lebih ekonomis dibandingkan layanan transfer konvensional sebelumnya.

Dari aspek keamanan, BI memastikan seluruh penyelenggara jasa pembayaran menerapkan standar perlindungan berlapis.

Setiap aplikasi dan sistem wajib melalui audit keamanan berkala guna menjaga integritas data dan dana masyarakat.

Baca Juga:  Dilatih PSB Biosfer, Masyarakat Dusun Pahu Gorontalo Bisa Olah Kelapa jadi VCO Bernilai Ekonomi

Bank sentral juga menyiapkan kapasitas sistem untuk menjaga kelancaran transaksi selama periode Ramadan hingga Idul fitri, saat volume pembayaran digital biasanya meningkat signifikan.

Infrastruktur tersebut dirancang untuk menjaga stabilitas sistem serta meminimalkan potensi gangguan layanan.

Penguatan ekosistem pembayaran digital ini sekaligus mendukung transformasi ekonomi nasional menuju sistem keuangan yang lebih modern dan inklusif.

BI mendorong masyarakat mengurangi ketergantungan terhadap uang tunai dan beralih ke transaksi elektronik yang lebih praktis.

Baca Juga:  Pengumuman Hasil PPPK Tahap 2 Resmi Dirilis, Simak Cara Cek Kelulusan Anda

“Dengan transaksi digital, penggunaan uang tunai dapat ditekan sehingga aktivitas ekonomi menjadi lebih efisien,” kata Bambang.

Bank Indonesia optimistis peningkatan adopsi BI-FAST akan mempercepat akselerasi ekonomi digital Indonesia pada 2026, seiring dengan meningkatnya literasi keuangan dan kepercayaan masyarakat terhadap sistem pembayaran nasional.

Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen BI dalam menjaga sistem pembayaran yang andal, efisien, dan aman bagi seluruh lapisan masyarakat.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel