Hibata.id – Bupati Buton Tengah, Dr. Azhari, secara resmi membuka Musyawarah Besar (Mubes) Lembaga Rumpun Ombonowulu di Desa Walando, Kecamatan Gu, Sabtu (8/11/2025). Dalam forum adat tersebut, Azhari menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk merawat dan merevitalisasi warisan peradaban leluhur sebagai identitas budaya masyarakat Buton Tengah.
Kehadiran Azhari disambut hangat oleh para tokoh adat, tokoh masyarakat, serta warga setempat. Turut hadir sejumlah pejabat daerah dan tokoh penting, di antaranya anggota DPRD Buton Tengah — Kasman Rauf, Samirun, Boby Ertanto, dan Sadia — serta tokoh nasional Erwin Usman, jajaran Forkopimcam, Camat Gu, tujuh kepala desa, dan dua lurah di wilayah adat Rumpun Ombonowulu.
Dalam sambutannya, Azhari menyebut Mubes ini sebagai momentum penting untuk memperkuat persatuan dan arah pembangunan berbasis nilai-nilai adat. Ia menilai Rumpun Ombonowulu sebagai salah satu entitas budaya tertua di Buton Tengah yang masih menjaga kearifan lokal dan warisan sejarah leluhur.
“Saya memiliki ikatan emosional yang kuat dengan wilayah ini. Saat pertama kali berniat mengabdikan diri sebagai Bupati, tempat yang saya datangi untuk memohon restu leluhur adalah Benteng Ombonowulu. Itu bentuk penghormatan saya terhadap sejarah dan peradaban yang hidup di sini,” ujar Azhari.
Azhari menjelaskan arah kebijakan pemerintah daerah yang menempatkan pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata berbasis sejarah sebagai bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan. Ia menyebut pemerintah berkomitmen melakukan revitalisasi kawasan Benteng Ombonowulu agar lebih representatif dan layak menjadi destinasi wisata unggulan.
“Kita harus memastikan generasi penerus bangga dengan peradaban masa lalunya yang masih terjaga. Ke depan, Festival Budaya Bongka’a Tau akan kita kemas lebih atraktif dan megah agar menarik minat wisatawan mancanegara,” kata Azhari.
Dalam forum itu, Bupati juga menanggapi aspirasi masyarakat terkait status administrasi wilayah Benteng Ombonowulu. Menindaklanjuti hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD mengenai rencana pemindahan wilayah administrasi dari Kecamatan Lakudo, pemerintah daerah menyatakan siap memprosesnya sesuai ketentuan.
“Pemerintah daerah siap menindaklanjuti aspirasi ini demi keutuhan Rumpun Ombonowulu. Namun prosesnya harus dibahas secara matang dengan semangat kekeluargaan. Persatuan tetap menjadi prioritas utama, jangan sampai ada perpecahan,” ujarnya.
Melalui Mubes ini, para tokoh adat dan masyarakat diharapkan dapat merumuskan rekomendasi strategis untuk memperkuat kelembagaan adat serta menjaga kesinambungan nilai-nilai budaya di tengah arus modernisasi.
Penyelenggaraan Mubes Rumpun Ombonowulu menjadi penegasan bahwa pembangunan di Buton Tengah tak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga pada revitalisasi peradaban dan karakter daerah yang berakar kuat pada tradisi dan sejarah leluhur.












