Scroll untuk baca berita
Buton

Buton Tengah Jadi Sentra Baru Kelapa Genjah: Peluang Besar Agribisnis dan Investasi

×

Buton Tengah Jadi Sentra Baru Kelapa Genjah: Peluang Besar Agribisnis dan Investasi

Sebarkan artikel ini
Ismaun Mahasiswa S3 Ilmu Pertanian, Universitas Halu Oleo Kendari/Hibata.id
Ismaun Mahasiswa S3 Ilmu Pertanian, Universitas Halu Oleo Kendari/Hibata.id

Oleh: Ismaun – Mahasiswa S3 Ilmu Pertanian, Universitas Halu Oleo Kendari

Kelapa Genjah: Primadona Baru Petani Indonesia

Kelapa genjah kini menjadi salah satu pilihan utama bagi petani kelapa di Indonesia. Dibandingkan dengan kelapa dalam, kelapa genjah memiliki sejumlah keunggulan yang menjadikannya semakin diminati. Tanaman ini tumbuh lambat meninggi, lebih cepat berbuah yakni pada umur 3–4 tahun serta menghasilkan jumlah buah yang lebih banyak.

Beberapa varietas kelapa genjah yang telah dilepas bahkan memiliki keunikan tersendiri, seperti Kelapa Genjah Pandan Wangi dan Kelapa Kopyor, yang dikenal memiliki aroma dan cita rasa khas. Jenis kelapa ini sangat cocok ditanam di halaman rumah petani maupun di kawasan pesisir yang dekat dengan daerah wisata. Selain cepat berbuah, bentuk pohonnya yang rendah memudahkan proses panen dan memberikan nilai estetika tersendiri bagi lingkungan sekitar.

Mengapa Memilih Kelapa Genjah?

Baca Juga:  Harapan Bupati Buton Tengah Usai Pimpin Apel Hari Santri Nasional 2025

Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara, kini mulai menunjukkan potensi besar dalam pengembangan agribisnis kelapa genjah sebagai salah satu komoditas unggulan daerah. Melalui pendekatan manajemen agribisnis multinasional, pengembangan kelapa genjah dinilai mampu memberikan dampak ekonomi yang signifikan sekaligus menarik minat investasi global.

Kelapa genjah dikenal dengan karakteristik berbuah cepat, produktivitas tinggi, serta nilai ekonomis yang menjanjikan. Dari sisi strategi pertanian, komoditas ini dapat menjadi pendorong utama diversifikasi usaha tani di wilayah Buton Tengah.

Dampak Sosial Ekonomi dan Model Kemitraan Berkeadilan

Dari aspek sosial-ekonomi, pengembangan agribisnis kelapa genjah diharapkan mampu memberdayakan petani lokal melalui sistem kemitraan yang berkeadilan. Model manajemen agribisnis multinasional yang diterapkan menekankan sinergi antara perusahaan, pemerintah daerah, dan kelompok tani dalam menciptakan sistem produksi yang efisien dan berkelanjutan.

Menurut Ismaun, Mahasiswa S3 Ilmu Pertanian Universitas Halu Oleo Kendari, kombinasi antara potensi sumber daya lokal dan dukungan manajemen global akan memperkuat daya saing kelapa Buton Tengah di pasar internasional.

Baca Juga:  Yonif TP 870/Sangia Wambulu Perkuat Pencegahan Narkoba Lewat Penyuluhan P4GN

“Kuncinya adalah efisiensi rantai pasok dan kualitas produk. Dengan standar internasional, Buton Tengah dapat menjadi ikon baru dalam ekspor hasil kelapa Indonesia,” ujarnya.

Membangun Rantai Nilai Kelapa Genjah dari Hulu ke Hilir

Lebih lanjut, Ismaun menambahkan bahwa petani dapat berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menjalin kemitraan bersama perusahaan agribisnis multinasional. Kolaborasi ini mencakup pengembangan rantai nilai kelapa genjah mulai dari budidaya, pengolahan, hingga ekspor produk turunan seperti:
• Minyak Kelapa Murni (Virgin Coconut Oil/VCO)
• Serabut dan sabut kelapa
• Arang tempurung kelapa

“Kami melihat peluang besar untuk menjadikan Buton Tengah sebagai salah satu sentra kelapa genjah di kawasan timur Indonesia. Dengan dukungan investasi dan teknologi pengolahan dari mitra internasional, nilai tambah produk lokal akan meningkat signifikan,” jelasnya.

Baca Juga:  Wagub Sultra Tinjau Pembangunan RSUD Tipe C Buteng, Pastikan Sesuai Standar

Menuju Agribisnis Berkelanjutan dan Ekonomi Hijau

Ke depan, proyek pengembangan kelapa genjah ini diarahkan untuk mengintegrasikan aspek lingkungan dan teknologi hijau, seperti pemanfaatan limbah kelapa menjadi bioenergi dan pupuk organik. Langkah ini sejalan dengan prinsip agribisnis berkelanjutan yang mendukung pembangunan ekonomi hijau (green economy).

Dengan potensi lahan yang luas, dukungan kebijakan pemerintah, serta peluang kemitraan multinasional yang terbuka lebar, Kabupaten Buton Tengah berpeluang besar menjadi pusat pertumbuhan baru sektor agribisnis kelapa di kawasan timur Indonesia.

Kelapa genjah bukan sekadar tanaman alternatif, melainkan simbol transformasi agribisnis daerah menuju kemandirian ekonomi dan daya saing global. Melalui inovasi, kolaborasi, dan investasi berkelanjutan, Buton Tengah berpotensi menorehkan nama besar sebagai ikon baru kelapa Indonesia di pasar dunia.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel