Di malam Tumbilotohe dahulu, banyak masyarakat yang antusias merayakannya dengan ragam cara. Ada yang membuat gerbang adat atau yang biasa disebut dengan alikusu dan menyalakan lampu botol yang telah diisi dengan minyak tanah.
Namun sayangnya, seiring dengan perkembangan zaman, tradisi budaya leluhur Gorontalo ini sudah mulai tergerus. Beberapa tahun terakhir banyak masyarakat yang sudah beralih menggunakan lampu listrik untuk merayakan malam Tumbilotohe.
Baca Juga: Resep Opor Ayam Lezat di Hari Lebaran Idul Fitri
Belum lagi banyak rumah masyarakat yang sudah jarang melaksanakan tradisi ini dan cenderung berkelompok dengan menata sebuah lahan kosong untuk merayakan bersama.
Selain itu, sulitnya mendapatkan minyak tanah sekarang menjadi faktor penyebab antusias masyarakat menurun untuk mempertahankan tradisi tersebut.
Green Tumbilotohe
Berangkat dari hal tersebut. Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinas Pariwisata Provinsi dan Kabupaten/Kota melahirkan sebuah gagasan bertajuk Green Tumbilotohe.
Baca halaman berikutnya…















