Scroll untuk baca berita
Buton

Pemkab Buton Tengah Gelar Safari Dakwah dan Ruqyah Syar’iyyah

×

Pemkab Buton Tengah Gelar Safari Dakwah dan Ruqyah Syar’iyyah

Sebarkan artikel ini
Pemerintah Kabupaten Buton Tengah t saatmenggelar Safari Dakwah dan Ruqyah Syar’iyyah. (Foto: Istw)
Pemerintah Kabupaten Buton Tengah t saatmenggelar Safari Dakwah dan Ruqyah Syar’iyyah. (Foto: Istw)

Hibata.id – Pemerintah Kabupaten Buton Tengah menggelar Safari Dakwah dan Ruqyah Syar’iyyah sebagai upaya memperkuat mental dan spiritual aparatur sipil negara serta masyarakat. Kegiatan ini berlangsung di Masjid Agung Nurul Huda, Kecamatan Lakudo, Selasa, 13 Januari 2025.

Kegiatan tersebut digelar bekerja sama dengan sejumlah pakar ruqyah nasional dan internasional. Hadir sebagai narasumber Syaikh Abu Al Barra Usman bin Yasin Al-Ma’ani, Ketua Asosiasi Ruqyah Syar’iyyah Indonesia (ARSYI) Ustadz Achmad Junaedi, serta Founder Rehab Hati Ustadz Nurudin Al-Indunissy. Tema yang diusung adalah penyucian jiwa atau tazkiyatun nafs.

Scroll untuk baca berita

Bupati Buton Tengah Azhari membuka langsung kegiatan tersebut. Acara itu turut dihadiri Penjabat Sekretaris Daerah, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Buton Tengah, Imam Besar Masjid Agung Nurul Huda, para kepala organisasi perangkat daerah, kepala desa, serta aparatur sipil negara di lingkungan Pemkab Buton Tengah.

Baca Juga:  Tabligh Akbar Malam Puncak HUT ke-11 Buton Tengah, Bupati Azhari Paparkan Capaian

Dalam sambutannya, Azhari meminta jajarannya menjadikan kegiatan tersebut sebagai sarana refleksi diri. Ia menekankan pentingnya penguatan akidah dan menjauhi praktik-praktik yang bertentangan dengan ajaran Islam.

Baca Juga:  Keppres Terbit, Buton Tengah Kini Punya Pengadilan Agama Sendiri

“Majelis ilmu ini diharapkan dapat membersihkan hati dan jiwa serta menguatkan tauhid. Kita harus menjauh dari praktik perdukunan dan hal-hal yang menyesatkan,” kata Azhari.

Menurut Azhari, Ruqyah Syar’iyyah tidak hanya dimaknai sebagai ritual penyembuhan, tetapi juga sebagai bagian dari dakwah untuk mengajak umat kembali kepada Al-Qur’an dan sunnah. Ia menyebut ruqyah sebagai salah satu metode pengobatan yang disunnahkan Nabi Muhammad SAW.

“Kita perlu melawan tipu daya syaitan dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT,” ujarnya.

Untuk menjangkau peserta lebih luas, panitia membagi kegiatan dalam dua sesi. Hari pertama dikhususkan bagi ASN, OPD, dan aparatur desa di Masjid Agung Nurul Huda. Hari kedua, Rabu, 14 Januari 2025, kegiatan akan digelar di Kecamatan Mawasangka dan terbuka untuk masyarakat umum.

Baca Juga:  Kadis Koperasi Buteng Kabur Ketika RDP Soal Koperasi Merah Putih

Pelaksanaan hari pertama berlangsung khidmat. Peserta tampak antusias mengikuti kajian serta simulasi ruqyah yang dipandu para narasumber sebagai bagian dari ikhtiar spiritual meningkatkan kualitas iman dan ketenangan jiwa.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel