Hibata.id – Keputusan Ketua DPW Partai NasDem Gorontalo, Rachmat Gobel, menunjuk Roni Imran sebagai Ketua DPD Bone Bolango memicu badai penolakan.
Deno Djarai menilai langkah itu bukan hanya keliru, tetapi juga bisa menjadi bom waktu yang menghancurkan NasDem di Gorontalo.
Penunjukan Roni Imran—yang sebelumnya menjabat Ketua DPD NasDem Gorontalo Utara—sebagai Ketua DPD Bone Bolango dianggap sebagai langkah blunder besar.
Ketua Dewan Pakar Gerakan Massa Buruh (Gemuruh) Gorontalo, Deno Djarai, menjadi sosok yang paling depan menentang keputusan tersebut.
“Mana mungkin bisa memimpin DPD NasDem Bone Bolango,” ujar Deno, menyoroti status Roni yang notabenenya adalah putra asli Gorontalo Utara.
Menurut Deno, keputusan yang diambil Gobel mencederai semangat demokrasi di internal NasDem.
Ironisnya, sosok Rachmat Gobel yang selama ini dikenal sebagai tokoh nasional bahkan internasional, justru dinilai gagal memahami cara mengayomi kader di akar rumput.
“Beliau bukan lagi pemain nasional melainkan internasional. Harusnya tahu bagaimana cara memimpin dan mengayomi pengurus tingkat bawah,” tegasnya.
Deno menilai, keputusan itu sarat kepentingan lingkaran kecil di DPW. Baginya, kebijakan sepihak tanpa mendengar suara kader adalah bencana.
“Rachmat Gobel tidak boleh hanya mendengar masukan dari orang terdekat saja. Dalam memimpin organisasi, etika partai harus dikedepankan,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa gelar adat yang disandang Gobel bukan sekadar penghargaan, melainkan simbol kewajiban menjaga kehormatan dan etika.
“Nah, di mana orang yang banyak mendapatkan gelar adat adalah orang yang tidak beretika.?,” sindirnya tajam.
Peringatan Deno tidak main-main. Ia menegaskan bahwa jika pola kepemimpinan seperti ini dibiarkan, NasDem di Gorontalo bisa runtuh dari dalam.
“Bisa jadi keputusan ini akan menjadi bom waktu Partai NasDem di Provinsi Gorontalo,” imbuhnya.
Bahkan sebagian besar kader Partai di Bone Bolango saat ini menduga ada indikasi setingan di tubuh DPW untuk meloloskan keputusan ini. Ironisnya, dugaan manuver tersebut justru diduga tidak sepenuhnya diketahui oleh Ketua DPW Rachmat Gobel.
“Saya yakin Rachmat Gobel tidak tahu persoalan ini. Karena itu, ia mendesak agar kader yang menjadi otak di balik keputusan tersebut segera dipecat demi menyelamatkan marwah partai,” ia menandaskan.












