Hibata.id – Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) periode 2013–2015, Arief Rosyid Hasan, resmi bergabung ke Partai Golkar.
Penyerahan Kartu Tanda Anggota (KTA) Golkar dilakukan secara simbolis oleh Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia di Kantor DPP Golkar, Jakarta, Sabtu (28/6/2025).
Dalam seremoni tersebut, turut hadir Sekretaris Jenderal Partai Golkar Sarmuji serta Ketua Umum Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Jerry Sambuaga.
“Hari ini saya memutuskan bergabung bersama Partai Golkar,” ujar Arief Rosyid kepada media.
Arief menilai keputusannya berlabuh ke partai berlambang pohon beringin itu selaras dengan rekam jejak perjuangannya di organisasi HMI. Menurutnya, HMI pernah menjadi bagian penting dari pendirian Sekretariat Bersama (Sekber) Golkar pada tahun 1964.
“Secara historis, HMI punya ikatan kuat dengan Golkar. Saya melihat ini bukan sekadar keputusan politik, tapi juga perjalanan ideologis,” ungkap Arief.
Lebih jauh, Arief mengaku terinspirasi dari kepemimpinan Bahlil Lahadalia yang dinilainya berhasil menembus berbagai tantangan politik dari nol hingga mencapai posisi strategis nasional.
“Saya terinspirasi sosok Ketua Umum Bahlil Lahadalia, yang berasal dari bawah dan mampu menapaki karier politik nasional secara konsisten dan visioner,” ucapnya.
Jejak Politik dan Karier Arief Rosyid
Arief Rosyid dikenal luas di kalangan aktivis sebagai Ketua Umum PB HMI yang menjabat pada 2013 hingga 2015. Pada Pemilihan Presiden 2019, ia dipercaya menjadi Wakil Direktur Tim Kampanye Nasional (TKN) Milenial pasangan Joko Widodo – Ma’ruf Amin.
Kariernya juga merambah sektor keuangan syariah. Ia pernah duduk sebagai Komisaris Independen di Bank Syariah Indonesia (BSI).
Namun, jabatan itu ditinggalkannya setelah resmi menjadi bagian dari Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran dalam Pilpres 2024, di mana ia menjabat sebagai Komandan TKN Fanta (Tim Nasional Relawan Milenial).
Langkah Strategis di Tahun Politik
Masuknya Arief Rosyid ke Partai Golkar dinilai sebagai bagian dari konsolidasi politik generasi muda yang ingin lebih aktif dalam kancah nasional.
Dengan latar belakang organisasi dan rekam jejaknya di dua periode kampanye presiden, Arief diyakini memperkuat basis milenial Partai Golkar menjelang Pemilu 2029.












