Hibata.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bulan Ramadhan di Bone Bolango, Gorontalo menuai kritik. Menu yang dibagikan kepada siswa dinilai belum sepenuhnya memenuhi standar gizi seimbang.
Selama Ramadhan, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menyesuaikan menu menjadi makanan kering yang bisa dibawa pulang dan dikonsumsi saat berbuka puasa.
Kebijakan itu tetap mendapat dukungan, namun kualitas isi paket makanan dipertanyakan.
Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Femmy Udoki, menegaskan bahwa program MBG harus tetap mengutamakan kebutuhan gizi anak, bukan sekadar membagikan makanan.
“Saya mendukung MBG tetap berjalan saat Ramadhan. Tapi pengelola SPPG harus serius memperhatikan kualitas dan kandungan gizinya,” kata Femmy.
Ia menyoroti adanya kue dalam paket makanan siswa. Menurutnya, menu tersebut kurang tepat jika dijadikan bagian utama asupan gizi anak.
“Kue seperti itu tidak cukup untuk memenuhi gizi seimbang. Kalau roti, sebaiknya roti gandum yang lebih baik kandungan seratnya,” ujarnya.
Femmy juga menilai SPPG perlu lebih kreatif menyusun menu Ramadhan tanpa mengabaikan unsur gizi.
Ia menyarankan penambahan tempe goreng sebagai sumber protein nabati, serta tetap menghadirkan sayuran seperti ketimun yang bisa bertahan hingga waktu berbuka.
“Anak-anak butuh protein cukup untuk tumbuh kembang. Jangan sampai lebih banyak gula dan tepung daripada protein,” tegasnya.
Perhitungan Dinas Kesehatan
Dinas Kesehatan turut menghitung estimasi kandungan gizi salah satu menu MBG yang terdiri atas pisang, telur ayam, telur puyuh, kacang tanah, kurma, bolu, pie mini, dan ubi jalar rebus.
Total energi dalam paket tersebut sekitar 938 kilokalori, dengan kandungan protein 24–25 gram, lemak 38 gram, dan karbohidrat 128 gram.
Secara energi, jumlah tersebut dinilai cukup jika dikonsumsi sebagai total asupan harian. Namun, kandungan protein masih kurang untuk kebutuhan pertumbuhan anak dan remaja.
Selain itu, menu tidak menyertakan sayuran sebagai sumber serat dan mikronutrien penting. Dinas Kesehatan juga mencatat kandungan gula sederhana cukup tinggi karena adanya kurma serta produk olahan seperti bolu dan pie.
Untuk memperbaiki kualitas gizi, Dinas Kesehatan menyarankan penambahan 20–25 gram protein per hari, setara dengan satu potong ayam atau ikan seberat sekitar 60 gram. Penambahan sayuran juga dinilai penting agar menu lebih seimbang.
Sorotan ini menjadi catatan bagi SPPG agar tidak hanya fokus pada distribusi makanan, tetapi juga memastikan setiap paket MBG benar-benar mendukung kesehatan dan tumbuh kembang siswa selama Ramadhan.













