Scroll untuk baca berita
Kabar

Harga Cabai Rawit di Pasar Tradisional Gorontalo Melonjak Jelang Ramadan

Avatar of Hibata.id✅
×

Harga Cabai Rawit di Pasar Tradisional Gorontalo Melonjak Jelang Ramadan

Sebarkan artikel ini
Harga pangan terutama Cabai Rawit Gorontalo Turun/Hibata.id
Harga pangan terutama Cabai Rawit Samia Gorontalo naik/Hibata.id

Hibata.id – Harga cabai rawit di pasar tradisional Gorontalo mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa hari terakhir. Hal ini memicu keluhan dari masyarakat, termasuk ibu rumah tangga dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Berdasarkan pantauan Hibata.id di sejumlah pasar tradisional Gorontalo, harga cabai rawit yang sebelumnya dijual petani seharga Rp45 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp60 ribu per kilogram.

Sementara itu, di tingkat pedagang, harga komoditas ini bahkan menembus Rp70 ribu per kilogram.

Seorang pedagang di Pasar Sentral Kota Gorontalo, Ahmad (45), mengungkapkan bahwa kenaikan harga ini dipicu oleh berkurangnya pasokan akibat cuaca yang kurang bersahabat.

Baca Juga:  Perjalanan Hidup Yahya Waloni, dari Pendeta ke Pendakwah Islam

“Stok dari petani menurun mungkin karena hujan yang menggyur beberapa hari lalu, sementara permintaan tetap tinggi, sehingga harga ikut naik,” ujarnya Jumat (21/2/2025).

Sementara Ibu rumah tangga, Siti (38) juga mengeluhkan lonjakan harga ini. Musabab, ini berdampak pada pengeluaran sehari-hari mereka.

“Biasanya beli setengah kilogram saja cukup, sekarang harus mengurangi karena mahal,” katanya.

Keluhan serupa datang dari pelaku UMKM, terutama penjual makanan olahan yang bergantung pada cabai rawit sebagai bahan utama.

Baca Juga:  Dinkes Pohuwato Jadi Sorotan, Gelar Pelatihan di Luar Daerah Saat Efisiensi Anggaran

“Harga cabai yang naik drastis membuat kami harus menyesuaikan harga jual produk, atau mengurangi porsi cabai dalam masakan,” kata Rina, seorang penjual makanan di Gorontalo.

Kenaikan harga cabai rawit ini menambah daftar komoditas pangan yang mengalami fluktuasi di awal tahun. Jelang Ramadan, kondisi ini dikhawatirkan akan berlanjut hingga bulan Ramadan.

“Sehingga kami berharap adanya langkah konkret dari pemerintah untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok,” ia menandaskan.

Tindakan Pemerintah

Pemerintah Kota Gorontalo akan segera menggelar pasar murah sebagai salah satu upaya mengendalikan harga pangan menjelang bulan suci Ramadhan.

Baca Juga:  Perusahaan Tambang di Pohuwato: Menjanjikan Kesejahteraan, Tapi Merampas Hak Hidup Rakyat

Seperti tahun-tahun sebelumnya, permintaan masyarakat terhadap bahan pokok diprediksi akan meningkat tajam selama Ramadhan. Untuk itu, pasar murah menjadi solusi untuk menstabilkan harga.

“Kami pemerintah akan melaksanakan pasar murah sebelum Ramadhan. Program ini akan diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag),” ungkap Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi Sekretariat Daerah (Setda) Kota Gorontalo.

“Pak Pj Wali Kota sudah turun langsung ke pasar tradisional untuk mengecek harga dan stok bahan pokok,” tutupnya.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel