Hibata.id – Ranah Juang Lestari menggelar sejumlah kegiatan di hari Lingkungan Hidup Sedunia yang kerap diperingati pada 5 Juni.
Kegiatan yang dibuat antara lain; Camping Ground, Penghijaun, Bakti Sosial sekaligus diskusi penguatan yang diberi tema “Ranjuri Toru Nu Ngata”.
Giat itu berkolaborasi kan bersama Opl Adat, Patava, Arcadia, Sanggar Seni Kumba, dan Komunitas Seni Sel Telur.
Acara yang dihelat pada sabtu 08 Juni malam itu menghadirkan pembicara yang berkompeten di bidangnya.
Baca juga: Tungku Smelter PT ITSS di Morowali Meledak Lagi, Walhi; Bukti Tidak ada Perbaikan
Narasumber dalam diskusi itu yaitu; Sandy Prasetya Makal dari Divisi Advokasi Lingkungan Walhi Sulawesi Tengah, dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sigi, Endang Herdianti.
Sandy Prasetya dalam diskusi itu memaparkan problematika pengelolaan lingkungan hidup di Sulawesi Tengah. Katanya, segala sesuatu yang ada di sekitar manusia dan berhubungan timbal balik.
Sandy bilang, lingkungan hidup adalah sistem yang merupakan kesatuan ruang antara makhluk hidup dan komponen abiotik lainnya.
“Interaksi antar lingkungan alamiah dan sekitarnya membentuk sistem ekologi (Ekosistem),” kata Sandy saat memberikan materinya.
Ia menjelaskan, lingkungan memegang peranan sebagai habitat bagi kehidupan makhluk hidup di muka bumi.
“Dengan begitu maka ruang ruang perjumpaan begini sangat penting dilakukan untuk menambah pengetahuan dan informasi kaum muda bahwa pentingnya menjaga lingkungan,” ujarnya
Endang Herdianti yang selaku perwakilan perempuan asli Desa Beka soal pentingnya masyarakat lokal desa beka menjaga hutan, termasuk hutan ranjuri.
“Agar hutan tetap ada dan lestari sampai anak cucu kita bisa menikmati apa yang kita nikmati sekarang,” jelas Endang dalam paparnya
Baca juga: Pemkot Gorontalo Lakukan Aksi Bersih-bersih Pantai di Hari Lingkungan Hidup Sedunia
Endang berharap, agar aktivitas menjaga hutan ranjuri dapat melibatkan, dan memanfaatkan perannya sebagai DPRD.
“Saya membuka ruang seluas luasnya untuk diskusi dengan stakeholder terkait, baik itu pemerintah desa, pengiat ranjuri ataupun teman-teman NGO lain,” ujarnya
Sementara itu, Koordinator Ranah Juang Lestari, Ahdiyat mengatakan, pihaknya saat ini sedang mengumpulkan data terkait dengan jumlah spesies endemik di hutan ranjuri.
Ia juga bilang, pihaknya juga sedang melakukan pembibitan pohon dracontomelon dao, identifikasi mata air.
Pihaknya juga sedang melakukan pengumpulan cerita rakyat terkait hutan ranjuri, serta mengidentifikasi tumbuhan dan lain lain.
“Saat ini semua yang kami kerjakan belum final, prosesnya masih Panjang, kami memiliki cita-cita besar terkait dengan perlindungan hutan ranjuri,” tutupnya












