Scroll untuk baca berita
Kota Gorontalo

Ismail Madjid: PGRI Harus jadi Garda Terdepan Lindungi Guru Korban Kekerasan

Avatar of Redaksi ✅
×

Ismail Madjid: PGRI Harus jadi Garda Terdepan Lindungi Guru Korban Kekerasan

Sebarkan artikel ini
Penjabat (Pj) Wali Kota Gorontalo, Ismail Madjid saat memberikan sambutan. (Foto: Humas Pemkot Gorontalo)
Penjabat (Pj) Wali Kota Gorontalo, Ismail Madjid saat memberikan sambutan. (Foto: Humas Pemkot Gorontalo)

Hibata.id – Penjabat (Pj) Wali Kota Gorontalo, Ismail Madjid menghadiri perayaan HUT ke 79 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional tingkat Kota Gorontalo yang mengangkat tema Guru Bermutu, Indonesia Maju, Rabu (4/12/2024) di Banthayo Lo Yiladia.

Dalam sambutannya, Ismail berharap para guru di Kota Gorontalo untuk menjaga profesionalitas khususnya dalam menghadapi tantangan di era digital.

Scroll untuk baca berita
IKLAN BUTENG

“Peringatan HUT PGRI dan Hari Guru Nasional ini merupakan momentum kebangkitan para guru untuk menjaga keprofesionalan khususnya dalam menghadapi tantangan yang cukup berat di era digital ini,” ungkap Ismail.

Baca Juga:  Pernyataan Pedas Adhan: Gubernur Gusnar Tak Tahu Balas Budi dan Etika Politik

Ismail menambahkan, perhatian besar pemerintah terhadap kesejahteraan guru diharapkan menjadi pemantik bagi seluruh guru di Indonesia khususnya di Kota Gorontalo dalam hal membiasakan diri beradaptasi dengan digitalisasi pendidikan yang semakin menggema.

Baca Juga:  23 Unit Rumah ASN Kota Gorontalo Rampung Dibangun

Ismail juga mengatakan, PGRI sebagai motor penggerak organisasi keprofesionalan guru diharapkan menjadi wadah pemersatu, pelindung, dan penggerak solidaritas untuk selalu memajukan pendidikan.

Baca Juga:  Mutasi Pejabat di Kota Gorontalo Kini Pakai Sistem Talenta, Bukan Lagi Soal Selera

Apalagi kata dia, akhir-akhir ini guru seringkali menjadi korban kekerasan di lingkungan pendidikan. “PGRI wajib hadir di barisan paling depan ketika ada guru yang menjadi korban kekerasan dan tentunya tetap berpegang teguh pada mekanisme hukum yang ada,” kata Ismail.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel