Hibata.id – Polemik banjir yang menerjang Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato, kian memanas. Desakan agar pemerintah daerah bersikap terbuka datang dari Rian Uno, Ketua Tani Merdeka Indonesia Provinsi Gorontalo, yang juga merupakan warga Pohuwato dan bagian dari masyarakat lingkar tambang.
Rian meminta Pemerintah Daerah Pohuwato tidak bersikap abu-abu dan segera mengungkap secara transparan penyebab utama banjir yang merusak permukiman warga.
“Pemerintah daerah harus jujur dan terbuka. Sampaikan kepada masyarakat apa sebenarnya penyebab banjir di Desa Hulawa. Jangan dibiarkan kabur seperti sekarang,” kata Rian, Selasa, 31 Desember 2025.
Menurut dia, sikap diam pemerintah justru memperkeruh suasana dan berpotensi memicu konflik sosial, terutama antara masyarakat lingkar tambang dan warga lainnya. Ketidakjelasan informasi membuat spekulasi berkembang dan saling tuding tak terhindarkan.
“Kalau penyebabnya perusahaan, sampaikan. Kalau karena tambang ilegal, ungkap juga. Jangan masyarakat dibiarkan saling menyalahkan, sementara pemerintah memilih diam,” ujarnya.
Rian menilai kondisi tersebut berbahaya. Tanpa kejelasan resmi, masyarakat lingkar tambang kerap menjadi sasaran tudingan. Di sisi lain, perusahaan juga berpotensi menjadi target kemarahan publik.
“Semua bisa jadi korban karena pemerintah tidak memberikan kejelasan. Ini bisa berubah dari bencana alam menjadi bencana sosial,” katanya.
Ia menegaskan, keterbukaan informasi merupakan kunci untuk meredam potensi konflik. Karena itu, Rian mendesak Pemda Pohuwato segera melakukan audit lingkungan dan investigasi terbuka dengan melibatkan masyarakat, akademisi, serta aparat penegak hukum.
“Kami tidak mau kesimpulan sepihak. Harus ada audit lingkungan dan kajian ilmiah, lalu hasilnya disampaikan secara terbuka kepada publik,” ujarnya.
Rian juga menekankan bahwa transparansi bukan sekadar kewajiban moral, melainkan tanggung jawab hukum pemerintah kepada masyarakat.
Di akhir pernyataannya, ia menyebut akan menyurati Ketua Dewan Penasihat Dewan Pimpinan Nasional Tani Merdeka Indonesia di Jakarta, Prabowo Subianto, terkait persoalan banjir di Hulawa. Menurut Rian, Tani Merdeka Indonesia berperan sebagai mata dan telinga presiden di daerah.
Rian mengingatkan, jika pemerintah terus bersikap pasif, kepercayaan publik akan terkikis dan penanganan banjir ke depan akan semakin sulit.
“Jangan tunggu masalah ini meledak menjadi konflik besar. Buka sekarang, jelaskan sekarang, dan selamatkan masyarakat sekarang,” katanya.















