Scroll untuk baca berita
Kabar

BEI Catat Saham Bergerak Ekstrem Sepekan, IHSG Nyaris Sentuh 9.000

×

BEI Catat Saham Bergerak Ekstrem Sepekan, IHSG Nyaris Sentuh 9.000

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Saham - Bursa Efek Indonesia (BEI)/Hibata.id
Ilustrasi Saham - Bursa Efek Indonesia (BEI)/Hibata.id

Hibata.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat pergerakan harga saham yang cukup ekstrem sepanjang perdagangan 5–9 Januari 2026. Kondisi ini terjadi saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak kuat dan sempat menembus level psikologis 9.000.

Pada akhir pekan, IHSG ditutup menguat 2,16 persen ke posisi 8.936,754. Posisi tersebut lebih tinggi dibandingkan penutupan pekan sebelumnya di level 8.748,132. Penguatan indeks diiringi lonjakan harga pada sejumlah saham tertentu.

Scroll untuk baca berita

BEI mencatat tiga saham yang naik lebih dari 100 persen dalam sepekan. PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) mencatat kenaikan tertinggi setelah melonjak 119,57 persen ke Rp202 per saham.

Baca Juga:  RALB Koperasi Tani Plasma Amanah: Koreksi Kepemimpinan dari Akar Rumput Petani Buol

Kinerja tersebut diikuti PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) yang naik 106,70 persen ke Rp4.010 dan PT Ifishdeco Tbk (IFSH) yang menguat 106,13 persen ke Rp1.680.

Selain itu, PT Kokoh Exa Nusantara Tbk (KOCI) naik 97,67 persen ke Rp170, sementara PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) menguat 81,69 persen ke Rp2.580.

Saham sektor perbankan dan properti juga ikut menguat, di antaranya PT Bank Sinarmas Tbk (BSIM) yang naik 72,16 persen dan PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) yang meningkat 70,19 persen.

Baca Juga:  Cristiano Ronaldo ke Kupang, Dukungan Sosial dan Inspirasi bagi Generasi Muda NTT

Di sisi lain, tidak semua saham menikmati penguatan pasar. PT MPX Logistics International Tbk (MPXL) mencatat penurunan terdalam setelah turun 32,65 persen ke Rp198 per saham.

Tekanan jual juga dialami PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) yang melemah 27,92 persen dan PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) yang turun 23,72 persen.

Penurunan harga turut terjadi pada PT Pelayaran Kurnia Lautan Semesta Tbk (KLAS) dan PT Magna Investama Mandiri Tbk (MGNA).

Baca Juga:  Napi Lapas Pohuwato Salurkan Hak Pilih pada PSU DPRD Provinsi Gorontalo

Saham PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA) dan PT Lion Metal Works Tbk (LION) juga masuk daftar saham yang melemah selama sepekan. Adapun penurunan paling terbatas tercatat pada PT Ulima Nitra Tbk (UNIQ) yang turun 14,67 persen ke Rp314 per saham.

Pergerakan saham yang beragam tersebut mencerminkan volatilitas pasar yang masih tinggi. Investor diharapkan tetap mencermati kondisi pasar dan kinerja emiten sebelum mengambil keputusan investasi.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel