Kabar

Petani Bolmut Menjerit! Kekurangan Combine Harvester, Panen Terancam Gagal

×

Petani Bolmut Menjerit! Kekurangan Combine Harvester, Panen Terancam Gagal

Sebarkan artikel ini
Lahan persawahan milik Iswan Paputungan di kawasan Ontomuno Luar yang siap panen namun terkendala keterbatasan combine harvester/Hibata.id
Lahan persawahan milik Iswan Paputungan di kawasan Ontomuno Luar yang siap panen namun terkendala keterbatasan combine harvester/Hibata.id

Hibata.id, Bolmut – Petani di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Sulawesi Utara, mengeluhkan keterbatasan alat mesin pertanian (alsintan), khususnya combine harvester, yang menghambat proses panen padi.

Kondisi tersebut membuat sebagian hasil panen berisiko rusak bahkan gagal dipanen tepat waktu.

Salah satu petani asal Kelurahan Bintauna, Kecamatan Bintauna, Iswan Paputungan, mengatakan dirinya harus menunggu giliran penggunaan combine harvester hingga beberapa hari.

“Padi sudah siap panen, tetapi alatnya terbatas. Kalau terlambat, gabah bisa rontok atau kualitasnya menurun,” ujar Iswan saat dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu (4/4/2026).

Baca Juga:  Khutbah Idul Fitri 1447 H: Seruan Kembali ke Fitrah

Ia menjelaskan, persoalan semakin terasa ketika musim panen berlangsung serentak dalam satu wilayah. Permintaan penggunaan combine harvester meningkat tajam, sementara jumlah unit yang tersedia tidak mencukupi kebutuhan petani.

Situasi tersebut berpotensi memperburuk kondisi tanaman padi di sawah. Jika panen tidak segera dilakukan, produksi padi berisiko mengalami penurunan kualitas hingga menimbulkan kerugian bagi petani, bahkan dapat berujung gagal panen.

Di tengah keterbatasan alat modern, Iswan mengaku sempat mempertimbangkan kembali metode panen manual menggunakan tenaga manusia. Namun, opsi tersebut sulit diterapkan karena minimnya tenaga kerja di sektor pertanian.

Baca Juga:  Baru Masuk Awal Ramadhan, Harga Bumbu Dapur di Gorontalo Terus Naik

“Sebagian besar tenaga kerja sudah beralih profesi dan banyak yang bekerja di luar daerah,” katanya.

Ia berharap pemerintah daerah dapat menambah bantuan alat dan mesin pertanian agar proses panen berjalan tepat waktu. Selain itu, ia juga mendorong adanya sistem distribusi alsintan yang lebih efektif dan merata di kalangan petani.

“Kalau alatnya cukup dan pengaturannya baik, kami tidak perlu khawatir lagi soal keterlambatan panen,” ujarnya.

Iswan menambahkan, di kawasan lahan pertanian Ontomuno Luar terdapat sekitar 7 hingga 8 hektare padi milik petani yang siap dipanen. Namun hingga kini, para petani masih menunggu kepastian kedatangan mesin panen.

Baca Juga:  Sidak Gubernur Jabar Ungkap Aqua Gunakan Sumur Bor, Walhi Angkat Bicara

“Sudah banyak yang siap panen, tapi belum ada kejelasan kapan alatnya tiba di lokasi,” kata dia.

Kondisi ini menjadi perhatian penting bagi pemerintah daerah untuk memperkuat dukungan terhadap sektor pertanian, terutama dalam penyediaan alsintan guna menjaga produktivitas dan ketahanan pangan di daerah.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel