Hibata.id – Sholat tarawih 8 rakaat tetap menjadi pilihan banyak umat Islam di Indonesia selama Ramadan 2026. Jamaah menilai jumlah rakaat ini lebih praktis, ringan, dan sesuai dengan sunnah Nabi Muhammad SAW.
Dalam pelaksanaannya, imam biasanya memilih surat pendek setelah membaca Surah Al-Fatihah. Pemilihan ini bertujuan agar jamaah dapat mengikuti salat dengan nyaman tanpa mengurangi kekhusyukan dan makna ayat yang dibacakan.
Pentingnya Surat Pendek dalam Sholat Tarawih
Surat-surat pendek, khususnya dari juz 30 (Juz ‘Amma), menjadi pilihan utama karena mudah dihafal dan akrab di telinga umat Islam.
Selain itu, bacaan yang tidak terlalu panjang membantu menjaga ritme tarawih tetap lancar, terutama di masjid dengan jumlah jamaah yang banyak.
Penggunaan surat pendek juga memberi kesempatan kepada jamaah untuk lebih memahami isi kandungan ayat, sehingga ibadah tidak sekadar rutinitas, tetapi menjadi momen refleksi spiritual.
Rekomendasi Urutan Surat Pendek Tarawih 8 Rakaat
Berikut susunan surat pendek yang dapat dibaca setelah Surah Al-Fatihah pada setiap rakaat:
Rakaat 1–2
Surat Al-A’la: mengingatkan tentang kebesaran Allah SWT dan nikmat-Nya.
Surat Al-Ghasyiyah: menjelaskan gambaran hari kiamat serta balasan bagi manusia.
Tema kedua surat ini menegaskan tauhid dan kehidupan akhirat sebagai pembuka tarawih.
Rakaat 3–4
Surat Adh-Dhuha: menegaskan bahwa Allah tidak meninggalkan hamba-Nya.
Surat Al-Insyirah: mengajarkan bahwa setiap kesulitan disertai kemudahan.
Bacaan ini memberikan ketenangan dan semangat di tengah pelaksanaan salat.
Rakaat 5–6
Surat At-Tin: mengulas penciptaan manusia dalam bentuk terbaik.
Surat Al-‘Alaq: wahyu pertama yang menekankan pentingnya membaca dan ilmu.
Kedua surat ini mengajak jamaah untuk merenungkan jati diri dan pentingnya keimanan.
Rakaat 7–8
Surat Al-Ikhlas: menegaskan keesaan Allah sebagai inti ajaran Islam.
Surat Al-Falaq dan An-Nas: dikenal sebagai Al-Mu’awwidzatain, berisi doa perlindungan dari segala keburukan.
Susunan ini menutup tarawih dengan penguatan tauhid dan permohonan perlindungan kepada Allah SWT.
Alternatif Susunan Surat Tarawih 8 Rakaat
Imam dapat menyesuaikan bacaan dengan kondisi jamaah. Berikut dua alternatif susunan surat pendek:
Varian 1:
Rakaat 1–2: Al-Bayyinah, Az-Zalzalah
Rakaat 3–4: Al-‘Adiyat, Al-Qari’ah
Rakaat 5–6: At-Takatsur, Al-‘Asr
Rakaat 7–8: Al-Humazah, Al-Fil
Varian 2 (lebih ringan):
Rakaat 1–2: Al-Fajr, Al-‘Asr
Rakaat 3–4: Adh-Dhuha, Al-Kautsar
Rakaat 5–6: Asy-Syarh, Al-Ikhlas
Rakaat 7–8: At-Tin, An-Nasr
Pemilihan surat tetap fleksibel selama sesuai dengan tuntunan salat dan mempertimbangkan kemampuan jamaah.
Tips Menghafal Surat Pendek untuk Tarawih
Beberapa langkah berikut dapat membantu jamaah dan imam:
Fokus menghafal surat-surat dalam juz 30 karena lebih ringkas.
Pilih bacaan yang sudah dikuasai agar pelaksanaan salat berjalan lancar.
Jaga tempo bacaan agar tidak terlalu cepat maupun terlalu panjang.
Pahami arti global surat untuk meningkatkan kekhusyukan.
Dengan persiapan yang baik, tarawih 8 rakaat dapat berlangsung tertib dan penuh makna.
Sholat tarawih 8 rakaat pada Ramadan 2026 tetap menjadi pilihan utama banyak muslim di Indonesia. Susunan surat pendek seperti Al-A’la, Al-Ghasyiyah, Al-Ikhlas, Al-Falaq, hingga An-Nas membantu menjaga keseimbangan antara kekhusyukan dan kenyamanan jamaah.
Melalui pengaturan bacaan yang tepat, tarawih tidak hanya menjadi ibadah rutin, tetapi juga sarana memperdalam pemahaman terhadap ayat-ayat suci Al-Qur’an serta memperkuat keimanan selama bulan suci Ramadan.













