Scroll untuk baca berita
Kabar

Kepala Dinas Pertanian Mangkir, Komisi II DPRD Soroti Mandeknya PAD Pohuwato

Avatar of Delfri Tahir
×

Kepala Dinas Pertanian Mangkir, Komisi II DPRD Soroti Mandeknya PAD Pohuwato

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi PAD Pohuwato/Hibata.id
Ilustrasi PAD Pohuwato/Hibata.id

Hibata.id – Rapat evaluasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Komisi II DPRD Pohuwato kembali memunculkan tanda tanya.

Kepala Dinas Pertanian tidak hadir dan hanya menugaskan sekretaris menghadiri rapat penting yang membahas rendahnya capaian PAD sektor pertanian, Senin (18/11/2025).

Scroll untuk baca berita
WhatsApp Image 2025 12 05 at 08.38.41

Anggota Komisi II DPRD Pohuwato, Febrianto Mardain, mempertanyakan absennya pejabat utama tersebut di tengah mandeknya penerimaan daerah dari sektor pertanian.

Ia menduga capaian PAD yang jauh dari target menjadi alasan ketidakhadiran kepala dinas.

Baca Juga:  Kampus UMGO: Ketika Kritik Dosen Dibalas Pemberhentian Tidak Hormat

“Carut-marut penganggaran di Pohuwato bermula dari target PAD yang tidak tercapai. Ini harus dipertanggungjawabkan,” tegas Febrianto.

Dalam rapat itu, Febrianto menyoroti dugaan pungutan lapangan yang tidak selaras dengan pendapatan yang masuk ke kas daerah.

“Kalau benar ada pungutan liar yang tidak diketahui pimpinan, kami akan tindak lanjuti melalui Pansus Retribusi. Jika terbukti, rekomendasi penelusuran mendalam pasti keluar,” ujarnya.

Ia juga mengkritik keras rendahnya kinerja sejumlah sektor pertanian yang dinilai hanya menyentuh 2 persen dari 100 persen target. Menurutnya, pencapaian hingga 50 persen pun sulit diraih sampai akhir tahun.

Baca Juga:  Menguak Dugaan Pungutan Liar di Sekolah Muhammadiyah Bone Bolango

“Dari seratus persen, hanya dua persen. Bahkan rata-rata tidak ada yang mencapai 50 persen, ada yang hanya 17 persen. Ini harus dijelaskan,” tambahnya.

Febrianto menilai penetapan target PAD yang terlalu tinggi tanpa memperhitungkan kondisi lapangan membuat struktur APBD semakin tidak sehat.

“Kalau dinas sudah pesimis, mengapa target tetap dinaikkan? Sektor retribusi baru 2 persen. Itu yang harus dibongkar,” tutupnya.

Data Capaian PAD Pertanian 2025

Sekretaris Dinas Pertanian melaporkan target PAD tahun 2025 sebesar Rp622.620.000. Hingga 14 November 2025, realisasi baru 36,17 persen atau sekitar Rp225.220.000. Ia mengklaim pemerintah daerah optimistis mencapai 50 persen pada akhir Desember.

Baca Juga:  Keluhan Peserta JKN Jadi Pemicu Pencopotan dr Alaludin Lapananda

Sebagai informasi, sumber PAD terbesar berasal dari sewa alat pertanian seperti traktor, alat tanam jagung, dan alat panen padi dengan target Rp475 juta, namun hingga kini masih kurang sekitar Rp182.900.000.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel