Scroll untuk baca berita
Kota Gorontalo

Kota Gorontalo Jadi Daerah Ketiga dengan Inflasi Terendah di Bulan November

Avatar of Redaksi ✅
×

Kota Gorontalo Jadi Daerah Ketiga dengan Inflasi Terendah di Bulan November

Sebarkan artikel ini
Pemerintah Kota Gorontalo saat mengikuti rapat pengendalian inflasi. (Foto: Humas Pemkot Gorontalo)
Pemerintah Kota Gorontalo saat mengikuti rapat pengendalian inflasi. (Foto: Humas Pemkot Gorontalo)

Hibata.id – Kota Gorontalo berhasil menjadi daerah ketiga dengan inflasi terendah di bulan November 2024 dari provinsi, kabupaten dan kota seluruh Indonesia.

Capaian ini membuat Pemerintah Kota Gorontalo mampu mengendalikan inflasi. Pasalnya, dua bulan terakhir, angka inflasi Kota Gorontalo masuk dalam kategori terendah nasional.

Dimana, pada Oktober 2024, inflasi Kota Gorontalo terendah keenam tingkat nasional dari seluruh kota yang ada di Indonesia.

Baca Juga:  Warning!, Buang Sampah Sembarangan di Kota Gorontalo Akan Kena Denda Rp10 Juta

Sedangkan pada bulan November, Kota Gorontalo menempati posisi ketiga terendah dari provinsi, kabupaten dan kota seluruh Indonesia.

Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Gorontalo, Deddy Kadullah mengaku bersyukur dengan capaian ini. Menurutnya, upaya yang dilakukan selama ini tidak sia-sia.

Baca Juga:  Ranperda APBD 2026 Resmi Diserahkan ke DPRD Kota Gorontalo

“Alhamdulillah, kita sangat bersyukur bisa mengendalikan inflasi. Dan pada November kemarin, kita menempati daerah terendah ketiga secara nasional,” kata Deddy.

Deddy menambahkan, bulan kemari pihaknya menerima Dana insentif fiskal (DIF) karena dinilai dianggap sebagai daerah yang mampu mengendalikan inflasi.

Menurut Deddy, keberhasilan pihaknya menjaga inflasi tidak semudah membalikkan telapak tangan. Ia bilang, ada upaya yang dilakukan secara berkesinambungan.

Baca Juga:  Wawali Gorontalo: Program MBG Perlu Diawasi agar Tepat Sasaran

Lebih dari itu, kata Deddy, Pemerintah Kota Gorontalo juga harus menjaga keseimbangan antara pembeli dan penjual.

“Inflasi harus kita jaga. Kalau tinggi tidak bagus, karena harga bahan pokok akan mahal,” tutupnya.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel