Scroll untuk baca berita
Kabar

Logo Baru Gorontalo Half Marathon Kembali Dikritik: Netizen Sebut Mirip Ikan Lele

Avatar of Hibata.id✅
×

Logo Baru Gorontalo Half Marathon Kembali Dikritik: Netizen Sebut Mirip Ikan Lele

Sebarkan artikel ini
Logo baru Gorontalo Half Marathon (GHM) menuai kritik/Hibata.id
Tangkapan layar logo baru Gorontalo Half Marathon (GHM) menuai kritik/Hibata.id

Hibata.id – Logo baru Gorontalo Half Marathon (GHM) yang diluncurkan Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Gorontalo Rabu (23/7/2025) kembali menuai kritik warganet.

Alih-alih mendapat apresiasi, visual logo baru justru menjadi sorotan karena dinilai menyerupai ikan lele, bukan menggambarkan sosok pelari sebagaimana yang publik harapkan.

Scroll untuk baca berita
WhatsApp Image 2025 12 05 at 08.38.41

Peluncuran logo baru ini dilakukan sebagai respons atas tudingan plagiat terhadap desain sebelumnya.

Namun, perhatian publik kembali tersita, kali ini oleh bentuk desain yang dianggap tidak merepresentasikan semangat olahraga, khususnya lari jarak menengah.

Komentar bernada satir bermunculan di media sosial. Akun Instagram @mowaleaf menyindir, “Lele ini uti, bukang ti Sherly,” menyinggung bentuk logo yang dinilai lebih mirip ikan lele ketimbang pelari.

Baca Juga:  Kapolda Gorontalo Resmikan Gedung Rekreasi Kemala Bhayangkari

Sementara akun @rizkydjamuria menyatakan, “Ti Sherly ba dusu orang lari,” yang berarti logo tampak seperti orang yang mengejar, bukan sedang berlari.

Lebih tajam, akun @sofyanbalu01 menulis, “Logo koprol, logo tidak kreativ… bo ikan lele ada dusu ini pelari… huuu dorang yang bekeng logo, 1 Gorontalo yang malu huangee,” mengekspresikan kekecewaan terhadap proses kreatif di balik logo tersebut.

Analisis Akademisi

Menanggapi polemik ini, akademisi Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Noval Sufriyanto Talani, yang merupakan dosen Ilmu Komunikasi dan pakar Desain Komunikasi Visual, menyampaikan pandangannya.

Baca Juga:  Berikut Instansi Paling Banyak Buka Formasi CPNS 2024

Menurut Noval, desain logo kemungkinan besar merupakan stilasi dari hiu paus—satwa endemik yang dikenal di perairan Gorontalo.

Namun, ia menilai sang desainer gagal mempertahankan elemen visual utama hiu paus, seperti bintik-bintik pada kulitnya.

“Bentuk gambar menunjukkan penyederhanaan bentuk ikan, mungkin hiu paus. Tapi, tanpa elemen khas seperti bintik-bintik, desain itu kehilangan karakter visualnya dan malah membentuk persepsi publik yang salah, seperti mirip ikan lele,” ujar Noval, Jumat (25/7/2025).

Ia menambahkan, meski kepala dan mulut hiu paus memang pipih menyerupai lele, tetapi perbedaan jelas terletak pada elemen visual seperti pola kulit dan keberadaan kumis.

Baca Juga:  3 Situs Resmi IAIN Gorontalo Jadi Sarang Judi Online

Ambiguitas inilah yang menimbulkan interpretasi berbeda dari masyarakat.

Hingga berita ini ditayangkan, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Gorontalo ketika di konfirmasi belum memberikan klarifikasi atau tanggapan resmi atas kritik yang beredar.

Masyarakat kini menunggu apakah evaluasi lebih lanjut akan dilakukan terhadap logo tersebut, guna memastikan desain yang digunakan mencerminkan identitas lokal secara akurat dan membanggakan.

Polemik ini menjadi catatan penting dalam proses branding event olahraga berskala daerah, agar tidak hanya estetis secara visual, tetapi juga kuat secara makna dan budaya.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel