Scroll untuk baca berita
HeadlineKuliner

Menjaga Sukade dari Dapur Kayu di Kabupaten Gorontalo

×

Menjaga Sukade dari Dapur Kayu di Kabupaten Gorontalo

Sebarkan artikel ini
Dari Dapur Kayu di Pilolalenga, Kue Sukade Menjaga Rasa dan Harapan Warga Gorontalo/Hibata.id
Dari Dapur Kayu di Pilolalenga, Kue Sukade Menjaga Rasa dan Harapan Warga Gorontalo. Foto: gorontalokab.go.id/Hibata.id

Hibata.id – Asap tipis perlahan naik dari tungku kayu di sebuah dapur sederhana di Desa Pilolalenga, Kecamatan Dungaliyo, Kabupaten Gorontalo.

Pagi itu, Sartin Sahidu kembali menjalani rutinitas yang telah ia lakoni selama bertahun-tahun—meracik adonan, menjaga bara api, dan menunggu kue Sukade matang dengan sempurna.

Di dapur kecil itulah Sartin mempertahankan rasa yang telah menjadi bagian dari ingatan kolektif masyarakat Gorontalo.

Kue Sukade buatannya kerap hadir dalam penyambutan tamu, hajatan keluarga, prosesi adat, hingga peringatan hari besar keagamaan.

Sartin memilih bertahan dengan cara lama. Tungku kayu tetap menjadi andalan, meski kompor modern lebih praktis.

Baginya, cara memasak bukan sekadar teknik, tetapi bagian dari cerita rasa yang tidak boleh berubah.

Baca Juga:  iPhone 17 Bundling IM3 Platinum: Kuota 125GB + eSIM Global, Mulai Rp1.5 Juta

“Kalau pakai cara lain, rasanya beda,” katanya singkat sambil membalik adonan.

Permintaan kue Sukade terus datang, terutama saat musim hajatan dan acara adat.

Dari dapur rumahnya, Sartin juga memproduksi kue Kolombengi, kue tradisional Gorontalo lain yang kini mulai diminati masyarakat.

Usaha yang awalnya hanya untuk memenuhi kebutuhan keluarga itu perlahan berkembang menjadi sumber penghidupan.

Di balik aroma kue yang menguar, Sartin menyimpan harapan sederhana. Ia ingin usahanya tumbuh dengan peralatan yang lebih baik, kemasan yang lebih layak, dan pemasaran yang lebih luas.

Baca Juga:  Rahang Tuna Bakar Khas Gorontalo, Kelezatan dari Laut Teluk Tomini

Bukan semata untuk memperbesar produksi, tetapi agar tradisi ini tetap hidup dan memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.

“Kalau usaha ini berkembang, saya ingin ibu-ibu di sekitar sini bisa ikut bekerja. Supaya sama-sama punya penghasilan,” ujarnya pelan.

Dukungan terhadap usaha tersebut mulai hadir. Pemerintah Provinsi Gorontalo dan Pemerintah Desa Pilolalenga sebelumnya telah membantu menjaga keberlangsungan UMKM tersebut.

Ke depan, perhatian dari Pemerintah Kabupaten Gorontalo diharapkan dapat memperkuat langkah pelaku UMKM kuliner tradisional.

Pemerintah daerah memandang UMKM berbasis kearifan lokal sebagai fondasi ekonomi kerakyatan. Pada 2026, sektor ini diproyeksikan menjadi penggerak ekonomi desa sekaligus benteng pelestarian budaya daerah.

Baca Juga:  Resep Kerang Hijau Bumbu Kuning, Sajian Seafood Lezat

Ketua TP PKK Kecamatan Dungaliyo, Reflin Anton Nini Panani, menyatakan dukungan terhadap pengembangan UMKM tradisional. Ia mendorong kolaborasi antara TP PKK, pemerintah kecamatan, dan pemerintah desa untuk memperluas promosi kue Sukade.

TP PKK Kecamatan Dungaliyo juga berupaya menjalin sinergi dengan Dekranasda Kabupaten Gorontalo agar kue Sukade semakin dikenal sebagai kue adat khas Gorontalo yang bernilai ekonomi dan budaya.

Dari dapur kayu di Pilolalenga, Sartin terus menjaga bara api. Bukan hanya untuk memanggang kue, tetapi juga untuk merawat tradisi dan harapan yang menyertai setiap potong Sukade.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel