Hibata.id – Pengumuman hasil Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2025 tingkat kabupaten/kota yang dijadwalkan pada Rabu (17/9), hingga Kamis (18/9) pagi belum tayang di laman resmi Kementerian Agama (Kemenag).
Peserta dan satuan pendidikan diminta terus memantau situs omi.kemenag.go.id untuk mendapatkan informasi terbaru.
Berdasarkan pantauan Hibata.id, Kamis pukul 08.00 WIB, laman pengumuman OMI 2025 di alamat https://omi.kemenag.go.id masih menampilkan pemberitahuan “Aplikasi sedang dalam perbaikan! Silakan akses kembali nanti.”
OMI 2025 merupakan ajang nasional yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) Kemenag.
Kompetisi ini mengintegrasikan Kompetisi Sains Madrasah (KSM) yang telah digelar sejak 2012 serta Madrasah Young Researcher Supercamp (MYRES) yang dimulai pada 2018.
Menurut jadwal resmi Ditjen Pendis, seleksi OMI berlangsung berjenjang mulai tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional.
Peserta yang lolos tingkat kabupaten/kota berhak melanjutkan ke OMI tingkat provinsi yang dimulai dengan uji coba pada 26–27 September 2025 dan pelaksanaan utama pada 2–3 Oktober 2025.
Selanjutnya, peserta terbaik akan bertanding di OMI Nasional yang dijadwalkan pada 4–5 November 2025. Pemenang tingkat nasional akan diproyeksikan menjadi wakil Indonesia dalam kompetisi internasional bidang sains dan keislaman.
OMI 2025 mengusung tema “Innovation and Research in Science Youth and Digital Technology”. Ajang ini tidak hanya mendorong kompetisi akademik, tetapi juga mengedepankan integrasi ilmu pengetahuan dengan nilai keislaman, kearifan lokal, dan teknologi mutakhir seperti kecerdasan buatan (AI).
Tahun ini, OMI diikuti 213.552 peserta dari berbagai jenjang. Sebanyak 204.203 peserta memilih bidang OMI Sains, sementara 9.349 peserta berkompetisi di bidang OMI Riset. Kompetisi dapat diikuti oleh murid madrasah (MTs/MA) maupun sekolah umum (SD/SMP/SMA sederajat).
OMI 2025 dirancang untuk mengembangkan potensi, bakat, dan minat siswa madrasah sekaligus meningkatkan daya saing generasi muda di bidang sains dan riset.
Kehadiran ajang ini diharapkan dapat melahirkan inovator muda yang berwawasan global tanpa meninggalkan nilai keislaman dan kearifan lokal.
Kemenag mengimbau peserta OMI 2025 tingkat kabupaten/kota tetap tenang dan rutin mengecek laman resmi hingga pengumuman dapat diakses. Informasi terbaru juga akan diumumkan melalui kanal resmi Ditjen Pendis Kemenag.












