Hibata.id – Beberapa waktu lalu suasana di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, sempat berubah. Pasalnya, sejumlah titik yang selama ini dikenal sebagai lokasi pertambangan emas tanpa izin (PETI) dibongkar petugas.
Tim gabungan aparat turun langsung melakukan penertiban. Operasi itu menarik perhatian warga karena petugas menyita alat berat dan perlengkapan yang kerap digunakan untuk aktivitas PETI.
Bagi masyarakat setempat, penindakan tersebut terasa seperti awal dari harapan baru yang selama ini sirnah.
Apalagi, pimpinan tertinggi kepolisian di Gorontalo turut hadir dalam operasi itu.
Kehadirannya menjadi penegasan bahwa aparat serius menangani persoalan PETI yang selama ini dianggap meresahkan.
Tak lama setelah penertiban, warga mulai merasakan perubahan.
Air sungai yang sebelumnya keruh perlahan terlihat lebih jernih. Para petani pun bersyukur karena sawah mereka kembali dialiri air yang lebih bersih.
Keresahan yang Kembali
Namun, ketenangan itu ternyata tidak berlangsung lama. Beberapa hari setelah operasi berlangsung, kabar yang beredar justru membuat warga kembali cemas. Aktivitas PETI disebut mulai berjalan lagi.
Seorang warga Pohuwato yang terdampak langsung mengungkapkan kekhawatirannya. Ia mempertanyakan kelanjutan penegakan hukum, terutama soal penangkapan para pelaku.
Menurut informasi yang ia dengar, para penambang bahkan disebut telah mengantongi surat izin tertentu, meski asal-usulnya belum jelas.
“Katanya mereka sudah mulai bekerja lagi besok secara serentak. Saya dengar sudah ada surat izin,” ujar warga tersebut yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Ia menuturkan, setelah penindakan aparat beberapa waktu lalu, kondisi sungai sempat membaik. Warga kembali beraktivitas di sekitar aliran sungai karena airnya mulai jernih.
Namun kini, perubahan itu seakan menghilang.
“Di wilayah Dengilo, sekarang air sungai kembali kuning sekali. Padahal sebelumnya sudah mulai jernih. Ini sudah keruh lagi,” katanya.
Warga pun berharap upaya penertiban tidak berhenti hanya pada operasi sesaat. Tetapi berlanjut dengan langkah yang lebih konsisten dengan menangkap para pelaku. Agar lingkungan dan kehidupan masyarakat tidak terus terdampak.
Tanggapan Kapolda
Sementara terkait dengan Hasil penindakan, Kapolres Pohuwato AKBP Busroni saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp belum memberikan tanggapan.
Sementara itu, Kapolda Gorontalo Irjen Pol. Drs. Widodo ketika dimintai keterangan mengatakan bahwa Kapolres Pohuwato saat ini sedang mengikuti kegiatan rapat koordinasi nasional (Rakornas).
Irjen Widodo menambahkan, pihak kepolisian akan segera melakukan rilis atau ekspose terkait kasus tersebut setelah kegiatan selesai.
“Saat ini sedang ada kegiatan Rakornas. Setelah selesai akan langsung ekspose, sudah saya perintahkan. Hanya ada kendala karena Forkopimda belum menemukan waktu yang tepat untuk ekspose bersama,” tegas Kapolda Gorontalo.












