Scroll untuk baca berita
HeadlineKabar

Ramadhan Belum Mulai, Harga Cabai Rawit Gorontalo Sudah Naik Gila-gilaan

×

Ramadhan Belum Mulai, Harga Cabai Rawit Gorontalo Sudah Naik Gila-gilaan

Sebarkan artikel ini
Harga pangan terutama Cabai Rawit Gorontalo Turun/Hibata.id
Harga pangan terutama Cabai Rawit Samia Gorontalo naik. (Foto/Hibata.id)

Hibata.id – Harga sejumlah kebutuhan pokok di Provinsi Gorontalo mengalami kenaikan signifikan menjelang bulan suci Ramadhan 2026.

Kenaikan paling tinggi terjadi pada komoditas cabai rawit lokal atau (rica samia) yang kini menembus Rp60 ribu per kilogram.

Berdasarkan pantauan di sejumlah pasar tradisional di Kota Gorontalo dan Bone Bolango, Senin (16/02/2026), harga cabai rawit lokal tercatat Rp60 ribu per kilogram.

Angka tersebut naik dari pekan sebelumnya yang masih berada di kisaran Rp40 ribu per kilogram.

Baca Juga:  Terungkap! UMP 2026 di 5 Provinsi Naik hingga 7,9 Persen, Cek Daerahmu

Selain cabai rawit, harga bawang merah juga meningkat dari Rp40 ribu menjadi Rp45 ribu per kilogram. Sementara itu, harga tomat naik dari Rp10 ribu menjadi Rp12 ribu per kilogram.

Lonjakan tertinggi terjadi pada cabai rawit dengan kenaikan Rp20 ribu per kilogram hanya dalam waktu sepekan.

Kenaikan ini berdampak langsung pada pengeluaran rumah tangga masyarakat yang mulai bersiap menyambut Ramadhan.

Salah seorang pembeli di pasar tradisional, Fadila, mengaku harus mengurangi jumlah belanja cabai akibat lonjakan harga tersebut.

Baca Juga:  Mahasiswa UNG Bangun Sistem Data Digital dan Latih Softskill Pemuda Upomela

“Kalau rica samia sudah Rp60 ribu per kilogram, tentu berat. Padahal cabai selalu dipakai untuk masakan sehari-hari. Biasanya saya beli lebih banyak, sekarang terpaksa dikurangi,” ujar Fadila.

Pedagang di pasar, Murtina, mengatakan peningkatan harga dipicu oleh lonjakan permintaan menjelang Ramadhan serta pasokan yang belum stabil.

“Permintaan mulai naik karena masyarakat sudah belanja kebutuhan Ramadhan. Tapi pasokan cabai belum maksimal, jadi harga cepat naik,” katanya.

Sejumlah warga berharap pemerintah daerah dapat memperkuat pengawasan distribusi dan menjaga stabilitas pasokan agar harga kebutuhan pokok tetap terkendali selama Ramadhan 2026.

Baca Juga:  PETI Dulupi Terus Beroperasi Meski Sudah Makan Korban, Penindakan APH Dipertanyakan

Stabilitas harga dinilai penting untuk menjaga daya beli masyarakat serta mengantisipasi tekanan inflasi daerah.

Pemerintah daerah diharapkan segera melakukan langkah konkret seperti operasi pasar dan koordinasi dengan distributor guna memastikan ketersediaan bahan pangan utama tetap aman dan terjangkau bagi masyarakat.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel