Hibata.id – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Jakarta mengingatkan masyarakat untuk lebih teliti saat membeli takjil selama Ramadan 2026. Warga diminta memastikan makanan berbuka puasa dalam kondisi aman dan layak konsumsi.
Kepala BBPOM Jakarta Sofiyani Chandrawati menyarankan masyarakat memilih takjil yang masih segar dan disajikan dalam keadaan tertutup.
“Perhatikan bau dan tampilannya. Jangan beli makanan yang berbau asam, apek, atau menyengat,” ujarnya.
Selain bau, warga juga perlu memperhatikan warna makanan. Hindari takjil dengan warna terlalu mencolok atau terlihat tidak wajar.
Sofiyani menegaskan, kebersihan pedagang juga penting. Masyarakat sebaiknya membeli dari penjual yang menjaga kebersihan diri, peralatan, dan lingkungan berjualan.
BBPOM Jakarta memastikan akan kembali menggelar pengawasan takjil selama Ramadan tahun ini. Pengawasan dilakukan di sentra penjualan takjil hingga ritel modern, seperti tahun sebelumnya.
Namun, pihaknya belum merinci jadwal dan lokasi pemeriksaan.
Langkah ini bertujuan melindungi konsumen dari pangan yang tidak memenuhi ketentuan keamanan dan mutu.
Hasil Pengawasan Tahun Lalu
Pada Ramadan 2025, BBPOM DKI Jakarta menguji 147 sampel takjil dari sejumlah lokasi. Hasilnya, enam sampel atau 4,1 persen tidak memenuhi syarat. Sementara itu, 141 sampel atau 95,9 persen dinyatakan memenuhi ketentuan.
Pengawasan dilakukan di Pasar Rawamangun, Pasar Bendungan Hilir, Masjid Akbar Kemayoran, Pasar Kebayoran Lama, Ranch Market Kebayoran Lama, Swalayan Hari-Hari, dan Hypermart Puri Indah.
Jenis pangan yang diuji antara lain mi kuning, kue mangkok, dan tahu.
Menjelang Ramadan 2026, BBPOM DKI Jakarta juga meningkatkan pengawasan makanan olahan di supermarket, distributor, importir, dan sarana distribusi pangan lainnya.
BBPOM mengajak masyarakat ikut berperan aktif dengan melaporkan temuan pangan yang diragukan keamanannya melalui kanal resmi pengaduan.













