Hibata.id – Kabar gembira buat koperasi desa. Pemerintah lewat Kementerian Koperasi resmi menyiapkan dana jumbo Rp16 triliun untuk program Koperasi Desa Merah Putih.
Tahap awal, dana ini bakal digelontorkan ke 10.000 koperasi desa mulai akhir September 2025.
Menteri Koperasi dan UKM Ferry Juliantono bilang, anggaran sudah siap dan tinggal menunggu pencairan.
“Uangnya sudah disediakan pemerintah, jumlahnya Rp16 triliun. Tahap pertama kita mulai September untuk 10.000 koperasi desa di seluruh Indonesia,” kata Ferry saat meresmikan Koperasi Desa Merah Putih Hub Lebak di Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, Jumat (12/9).
Biar pencairan lancar, Kemenkop bakal bikin sosialisasi ke pengurus koperasi mulai 25 September 2025.
Topiknya seputar cara pencairan pinjaman lewat bank-bank Himbara alias Himpunan Bank Negara.
“Dana sudah siap, tinggal disosialisasikan tata cara pencairannya. Koperasi desa akan didampingi langsung cara bikin proposal bisnisnya,” jelas Ferry.
Bank Himbara yang terlibat antara lain BNI, BRI, Bank Mandiri, dan Bank Syariah Indonesia. Selain itu, LPDB dan sejumlah BUMN juga ikut nimbrung buat mendampingi.
Ferry berharap, kolaborasi lintas lembaga ini bikin koperasi desa lebih gesit, bukan sekadar tempat simpan pinjam, tapi juga jadi pusat distribusi barang sekaligus penampung produk lokal.
“Kami ingin koperasi desa jadi motor penggerak ekonomi masyarakat,” tegasnya.
Program Koperasi Desa Merah Putih lahir buat dorong ekonomi desa biar lebih berdaya saing.
Harapannya, koperasi bisa jadi solusi buat akses permodalan, distribusi kebutuhan, sampai meningkatkan posisi produk desa di pasar nasional.
Dengan kucuran Rp16 triliun di tahap awal, pemerintah optimistis Koperasi Desa Merah Putih bakal jadi game changer buat perekonomian desa di seluruh Indonesia.













