Hibata.id – Pendakwah yang dikenal luas di Indonesia, Yahya Waloni, meninggal dunia pada Jumat (6/6/2025) saat menyampaikan khutbah di salah satu masjid di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Sosok yang pernah menjalani kehidupan sebagai pendeta ini dikenal dengan gaya ceramahnya yang lugas dan kontroversial.
Yahya Waloni, yang lahir dengan nama Yahya Yopie Waloni pada 30 November 1970 di Manado, Sulawesi Utara, sempat dikenal sebagai pendeta aktif sebelum memutuskan berpindah keyakinan pada 2006.
Perjalanan spiritualnya dimulai sejak muda. Ia aktif mengikuti kegiatan gereja dan menempuh pendidikan teologi secara formal.
Dalam perannya sebagai pemuka agama Kristen, Yahya dikenal sebagai penceramah yang sering membahas topik-topik teologis dan sosial keagamaan dengan pendekatan langsung.
Namun, titik balik hidupnya terjadi pada tahun 2006. Ia bersama seluruh keluarganya memilih menjadi mualaf dan memeluk agama Islam.
Sejak itu, ia mengubah namanya menjadi Muhammad Yahya Waloni, dan mulai aktif berdakwah di berbagai wilayah Indonesia.
Sebagai pendakwah Muslim, Yahya Waloni banyak mengisi kajian dan khutbah yang menyoroti dinamika lintas agama, terutama dari perspektif pengalaman pribadinya.
Ia kerap diundang dalam forum keagamaan dan media daring, serta memiliki banyak pengikut di berbagai platform digital.
Kabar duka atas wafatnya Yahya Waloni menyebar luas di media sosial dan disampaikan langsung oleh pengurus masjid tempat ia terakhir kali menyampaikan khutbah.
Beberapa tokoh masyarakat menyampaikan belasungkawa atas kepergian tokoh yang cukup berpengaruh dalam dakwah kontemporer tersebut.
Yahya Waloni meninggalkan warisan ceramah yang menjadi bagian dari perjalanan spiritual banyak orang.
Perjalanannya dari seorang pendeta menjadi pendakwah Muslim mencerminkan dinamika keyakinan yang kompleks di Indonesia.
Ia wafat dalam aktivitas dakwahnya, sesuatu yang menjadi ciri khas kehidupannya selama hampir dua dekade terakhir.













