Scroll untuk baca berita
Peristiwa

Belum Ada Kepastian Aman, Pengungsi Tsunami di Gorontalo Pilih Bertahan

×

Belum Ada Kepastian Aman, Pengungsi Tsunami di Gorontalo Pilih Bertahan

Sebarkan artikel ini
Hingga pukul 18.40 WITA, Markas Komando Pangkalan TNI AL (Lanal) Gorontalo menjadi lokasi pengungsian/Hibata.id
Hingga pukul 18.40 WITA, Markas Komando Pangkalan TNI AL (Lanal) Gorontalo menjadi lokasi pengungsian. Foto: Randa/Hibata.id

Hibata.id – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 8,7 mengguncang Semenanjung Kamchatka, Rusia Timur Jauh, pada Rabu (30/7/2025) pukul 06.24 WIB.

Menyusul peristiwa tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi tsunami bagi sejumlah wilayah di Indonesia timur, termasuk Gorontalo.

BMKG mencatat, pusat gempa berada di koordinat 52,54 Lintang Utara dan 160,07 Bujur Timur, dengan kedalaman 43 kilometer di bawah permukaan laut. Guncangan kuat ini memicu kewaspadaan di wilayah pesisir timur Indonesia.

Wilayah yang berpotensi terdampak tsunami meliputi Sulawesi Utara, Maluku Utara, Papua Barat, dan Gorontalo. Di Gorontalo, gelombang diperkirakan dapat mencapai kawasan pesisir Kota Gorontalo sekitar pukul 15.39 WIB.

Baca Juga:  Berangkat Senja, Pulang Duka: Ayah dan Anak Nelayan Tewas di Laut Buteng

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, namun siaga, serta mengikuti arahan resmi dari otoritas setempat.

Meski begitu, hingga pukul 18.40 WITA, Markas Komando Pangkalan TNI AL (Lanal) Gorontalo menjadi lokasi pengungsian, warga yang memilih bertahan usai peringatan tsunami diumumkan.

Meski kondisi laut mulai stabil, kekhawatiran akan gempa susulan dan gelombang pasang mendadak membuat warga pesisir enggan kembali ke rumah.

Puluhan pengungsi—terdiri dari anak-anak, ibu hamil, dan lansia—tampak masih bertahan. Mereka memilih tetap berada di tempat aman hingga situasi dinyatakan benar-benar kondusif.

Baca Juga:  Update Korban Longsor Tambang Suwawa, Termasuk Ibu dan Anak Balita

“Kami masih takut pulang. Informasi soal tsunami ini bikin panik, jadi kami memilih tetap di sini dulu sampai semuanya benar-benar aman,” ujar Wati (38), salah satu warga Kelurahan Leato.

Komandan Lanal Gorontalo, Letkol Laut (P) Hanny Chandra Sukmana, memastikan pihaknya siap memberikan perlindungan dan layanan dasar bagi para pengungsi.

“Kami tidak membatasi waktu pengungsian. Posko ini akan tetap dibuka selama masyarakat merasa belum aman untuk kembali ke rumah. Prioritas kami adalah keselamatan dan kenyamanan warga,” tegasnya.

Baca Juga:  Banjir Bandang Terjang Dua Desa di Pohuwato, Dua Warga Tewas Terseret Arus

Lanal Gorontalo juga menyediakan makanan malam, air bersih, dan pendampingan bagi warga yang mengungsi. Situasi di lokasi tetap kondusif berkat koordinasi TNI AL dan pihak terkait lainnya.

Hingga Rabu malam, BMKG belum mencabut peringatan dini tsunami secara resmi. Sebagian warga masih memilih bertahan di lokasi aman sebagai langkah antisipatif.

Lanal Gorontalo menjadi salah satu titik evakuasi paling aktif di wilayah tersebut, menunjukkan peran strategis TNI AL dalam merespons situasi darurat serta melindungi masyarakat pesisir dari ancaman bencana.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel