CEK FAKTA

Cek Fakta: Soal Gerhana Matahari 2025 Bikin Dunia Gelap Total

×

Cek Fakta: Soal Gerhana Matahari 2025 Bikin Dunia Gelap Total

Sebarkan artikel ini
Gerhana Matahari 2025/Liputan6.com/Hibata.id
Gerhana Matahari 2025/Liputan6.com/Hibata.id

Hibata.idĀ  – Sejumlah klaim menyesatkan kembali beredar luas di media sosial sepanjang Agustus 2025. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap informasi hoaks yang kerap dikemas menarik namun tidak berdasar fakta.

Salah satu hoaks yang ramai diperbincangkan adalah kabar mengenai gerhana matahari global yang diklaim akan membuat bumi gelap selama enam menit pada 2 Agustus 2025.

Informasi ini diunggah melalui Facebook pada 25 Juli lalu dan langsung viral, menimbulkan kekhawatiran publik, khususnya di daerah-daerah yang minim akses terhadap literasi astronomi.

Baca Juga:  Cek Fakta: Isu Galon Palsu Le Minerale Dipastikan Hoaks

Namun hasil penelusuran Cek Fakta Hibata.id menyebutkan bahwa klaim tersebut tidak benar. Lembaga antariksa Amerika Serikat (NASA) telah membantah kabar itu.

Menurut NASA, tidak ada gerhana matahari total yang akan menutupi seluruh bumi dan menyebabkan kegelapan global pada 2 Agustus 2025.

Baca Juga:  Cek Fakta: Bukan di Palu, Foto Helikopter Jatuh Ternyata Peristiwa di India

Faktanya, gerhana matahari total terdekat yang signifikan baru akan terjadi pada 2 Agustus 2027, dan hanya akan melintasi sebagian wilayah, bukan seluruh dunia.

Fenomena ini dikenal sebagai ā€œgerhana abadiā€ karena totalitasnya berlangsung hingga 6 menit 22 detik—terpanjang di daratan sepanjang abad ke-21—sebagaimana dilansir situs sains ternama, Space.com.

Penyebaran hoaks meningkat seiring tingginya penggunaan media sosial dan rendahnya literasi digital di beberapa wilayah Indonesia.

Baca Juga:  Cek Fakta: 30 Persen Dana Haji Bakal Dialihkan untuk Program MBG

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mencatat, lebih dari 900 hoaks beredar sepanjang semester pertama 2025, sebagian besar terkait politik, bencana, dan program bantuan pemerintah.

Masyarakat diharapkan semakin cermat memilah informasi yang beredar di dunia maya. Verifikasi sebelum berbagi menjadi langkah penting untuk memutus rantai penyebaran hoaks, terutama yang berdampak pada ketertiban sosial dan keamanan data pribadi.