Scroll untuk baca berita
Nusantara

80 Tahun RI Merdeka, UMKM Rumahan Jadi Garda Depan Ekonomi Nasional

×

80 Tahun RI Merdeka, UMKM Rumahan Jadi Garda Depan Ekonomi Nasional

Sebarkan artikel ini
Titi Minarty Buo, founder dari brand kuliner lokal Titi Food . (foto.istimewa)/Hibata.id
Titi Minarty Buo, founder dari brand kuliner lokal Titi Food . (foto.istimewa)/Hibata.id

Hibata.id – Memasuki 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) rumahan diajak mengambil peran lebih besar dalam menggerakkan perekonomian keluarga dan daerah.

Pendiri brand kuliner lokal Titi Food, Titi Minarty Buo, menegaskan bahwa ibu rumah tangga kini memiliki posisi strategis sebagai “CEO” di rumah sendiri.

Menurut Titi, berjualan dari rumah bukan lagi aktivitas sampingan, melainkan kontribusi nyata bagi perekonomian nasional.

“Merdeka itu saat kita bisa mengatur waktu, penghasilan, dan kehidupan sendiri tanpa harus meninggalkan rumah,” ujarnya di Gorontalo, Jumat (08/08/2025).

Baca Juga:  Benny Moerdani, Jenderal Intelijen Indonesia yang Disegani Zaman Orde Baru

Ia menyebut, beragam usaha rumahan seperti produksi kue, sambal, bumbu masakan, kerajinan tangan, fashion, hingga penjualan online melalui siaran langsung di media sosial memiliki potensi besar jika dikelola serius.

“Delapan puluh tahun Indonesia merdeka adalah momentum untuk naik level. Punya usaha kecil? Terus kembangkan. Sudah jualan online? Tingkatkan keterampilan dan branding. Kirim produk lewat kurir? Pelajari cara scale-up agar bisa menembus pasar ekspor,” kata Titi.

Baca Juga:  Bendungan Bulango Ulu Ditargetkan Selesai Akhir Tahun 2024

Titi mengisahkan awal perjalanannya sebagai ibu rumah tangga yang percaya sambal rumahan dapat menjadi ikon daerah.

Keyakinan itu membawanya mengembangkan Sambal Sagela, yang kini dipasarkan ke berbagai kota di Indonesia dan menjadi buah tangan khas Gorontalo.

“Semua ibu punya potensi luar biasa. Jangan remehkan dapur, karena dari sanalah saya membangun Titi Food. Hari ini kita bisa mandiri, besok kita bisa membantu orang lain,” ujarnya penuh semangat.

Baca Juga:  Adu Jangkrik: Warisan Permainan Nusantara yang Kian Langka

Ia menegaskan bahwa pelaku UMKM rumahan, termasuk penjual cilok, keripik, bumbu racik, nasi kuning, frozen food, hijab handmade, kue ulang tahun, tas rajut, hingga skincare rumahan, merupakan bagian dari generasi merdeka yang turut menjaga ketahanan ekonomi daerah.

“Kita harus menunjukkan bahwa UMKM rumahan bukan kelas dua, melainkan garda depan ekonomi bangsa,” tutup Titi.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel