Hibata.id – Bank Indonesia (BI) Gorontalo menegaskan pentingnya peran wartawan dalam membentuk ekspektasi publik terhadap perekonomian daerah.
Melalui silaturahmi dengan jurnalis Gorontalo di Yogyakarta, BI mendorong sinergi media sebagai mitra strategis dalam memperkuat literasi ekonomi.
Hal ini dijelaskan oleh Deputi Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Gorontalo, Ciptoning Suryo Condro, mengatakan berita yang disampaikan wartawan tidak hanya menjadi konsumsi publik, tetapi juga memengaruhi pola pikir masyarakat terhadap kondisi ekonomi daerah.
“Peran wartawan sangat strategis. Setiap informasi yang mereka sampaikan bisa membentuk ekspektasi publik terkait stabilitas harga dan kebijakan moneter,” ujar Ciptoning saat bersilaturahmi dengan belasan wartawan asal Gorontalo di Kantor Harian Kedaulatan Rakyat, Jalan Margo Utomo, Yogyakarta, Rabu (13/8/2025).
Ia menyampaikan terima kasih kepada manajemen Kedaulatan Rakyat yang menerima langsung rombongan wartawan Gorontalo. Pertemuan tersebut juga dihadiri jajaran direksi PT BP Kedaulatan Rakyat yang dipimpin Direktur Utama, Drs HM Idham Samawi.
Menurut Ciptoning, kedekatan wartawan daerah dengan masyarakat membuat pemberitaan mereka berpengaruh besar terhadap opini publik.
Karena itu, BI Gorontalo berkomitmen memperkuat sinergi dengan media agar informasi ekonomi lebih akurat, berimbang, dan mudah dipahami masyarakat.
Di kesempatan yang sama, Idham Samawi mengenang perjalanan panjang Kedaulatan Rakyat sebagai salah satu koran tertua di Indonesia.
Media tersebut berdiri pada 27 September 1945, atau 40 hari setelah Indonesia merdeka.
“Sebagai koran perjuangan, Kedaulatan Rakyat bertahan sejak masa sulit hingga kini. Bahkan semua Presiden pernah berkunjung, dan setiap ulang tahun koran ini selalu mendapat ucapan langsung dari Presiden,” kata Idham.
Ia menegaskan, Kedaulatan Rakyat tetap konsisten menjaga nilai-nilai kebangsaan serta menghadirkan informasi yang berorientasi pada kepentingan publik.
Pertemuan BI Gorontalo dengan wartawan tersebut menjadi momentum memperkuat literasi ekonomi di daerah sekaligus menjaga sinergi antara regulator dan media dalam menghadapi tantangan perekonomian nasional.












