Scroll untuk baca berita
Sosial

Genangan Air Meluas di Desa Teratai, Proyek Drainase Diduga Asal-asalan

×

Genangan Air Meluas di Desa Teratai, Proyek Drainase Diduga Asal-asalan

Sebarkan artikel ini
Warga Dusun Moduito, Desa Teratai, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, mengeluhkan proyek drainase yang gagal berfungsi/Hibata.id
Warga Dusun Moduito, Desa Teratai, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, mengeluhkan proyek drainase yang gagal berfungsi/Hibata.id

Hibata.id – Warga Dusun Moduito, Desa Teratai, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, mengeluhkan proyek drainase yang gagal berfungsi hingga menyebabkan genangan air merendam rumah dan mengancam putusnya jalan utama desa.

Genangan air yang meluas ke permukiman membuat sejumlah rumah warga terdampak, termasuk milik Sun Kono. Ia menyebut proyek drainase yang dikerjakan kontraktor sejak awal tidak berjalan sesuai harapan.

“Kontraktor dari pertama tidak pernah datang. Alat dibiarkan bekerja tanpa pengawasan. Saya sudah tegur, tapi tetap tidak diindahkan,” ujar Sun Kono, Selasa (2/9/2025).

Baca Juga:  Bukti Dukungan, Warga Kompak Bangun Panggung Kampanye Untuk Amran-Irwan

Pantauan di lapangan menunjukkan sepanjang jalan utama Desa Teratai kini tergenang air. Lubang galian drainase dibiarkan terbuka tanpa penyelesaian, aliran air terhenti, dan setiap hujan turun, permukiman berubah menjadi kolam dadakan.

“Kami sangat berharap pihak kontraktor turun langsung untuk membuka saluran yang tersumbat agar genangan segera teratasi,” tambah Sun Kono.

Kontraktor pelaksana, CV Graha Mulia Abadi, yang dipimpin Riskal, dinilai warga tidak serius menangani masalah tersebut.

Baca Juga:  Musim Panen Padi Dimulai, Petani Gorontalo Dihadang Cuaca Buruk

Saat dikonfirmasi, Riskal hanya menyebut masih melakukan survei bersama pihak Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

“Masih mau survei, hari ini mau turun PPK,” kata Riskal singkat.

Sementara itu, warga khawatir keterlambatan penanganan akan memperburuk situasi. Jika air terus menggerus badan jalan, akses utama Desa Teratai terancam putus. Kondisi tersebut akan mengisolasi warga sekaligus memutus jalur ekonomi dan pendidikan.

Baca Juga:  Seleksi PPPK Tahap 2 TA 2024 Resmi Ditutup, 1.6 Juta Non-ASN Terakomodir

Proyek drainase Desa Teratai sejak awal menuai kritik warga karena dianggap tidak memiliki perencanaan matang.

Minimnya pengawasan membuat pekerjaan terbengkalai, sementara masyarakat menanggung dampak langsung berupa banjir dan kerusakan lingkungan.

Warga berharap pemerintah daerah turun tangan memastikan proyek drainase berjalan sesuai standar agar bencana serupa tidak terus berulang. Mereka menegaskan pembangunan harus memberi manfaat, bukan menambah penderitaan.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel