Hibata.id – Negosiasi antara perwakilan massa aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kota Gorontalo dan pihak Bank SulutGo (BSG) berakhir tanpa hasil konkret. Hingga siang hari, kedua pihak belum menemukan titik temu terkait pengelolaan aset daerah dan penyertaan modal Pemkot Gorontalo di bank tersebut.
Pertemuan yang digelar di depan Kantor Cabang BSG Gorontalo itu turut dihadiri Kepala Kantor Wilayah BSG Gorontalo, Rudianto Katili. Ia mengakui belum dapat memberikan keputusan resmi atas tuntutan para ASN.
“Kami memahami aspirasi masyarakat dan ASN Pemkot Gorontalo. Namun kami belum bisa mengambil keputusan hari ini,” ujar Rudianto, Kamis, 13 November 2025.
Rudianto meminta waktu hingga Senin pekan depan untuk berkoordinasi dengan jajaran direksi dan komisaris BSG di kantor pusat. Ia menegaskan akan menyampaikan langsung tuntutan masyarakat Gorontalo kepada pimpinan bank.
“Kami akan segera menemui komisaris dan direksi untuk menyampaikan tuntutan masyarakat Gorontalo. Kami minta waktu sampai Senin,” jelasnya.
Ia juga berjanji akan menghadirkan perwakilan direksi atau komisaris BSG ke Gorontalo pekan depan guna memberikan penjelasan terbuka di hadapan peserta aksi.
“Kami berupaya agar direksi atau komisaris bisa datang langsung ke Gorontalo minggu depan untuk menjelaskan secara terbuka,” katanya.
Meski negosiasi berakhir tanpa keputusan final, massa aksi yang dipimpin Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, menyambut baik janji tersebut. Namun mereka menegaskan akan kembali turun ke jalan jika hingga pekan depan belum ada kejelasan dari pihak BSG.
Aksi yang diikuti ribuan ASN itu berlangsung tertib hingga sore hari, dengan pengawalan ketat aparat kepolisian. Di tengah terik dan sorak yel-yel massa, negosiasi yang buntu sore itu menjadi penanda bahwa ketegangan antara Pemkot Gorontalo dan BSG belum akan berakhir dalam waktu dekat.















