Scroll untuk baca berita
Kabar

Kadis Pertanian Klarifikasi Ketidakhadiran dalam Rapat Evaluasi PAD

×

Kadis Pertanian Klarifikasi Ketidakhadiran dalam Rapat Evaluasi PAD

Sebarkan artikel ini
Poto Facebook milik kamri alwi, kadis pertanian kabupaten Pohuwato.
Poto Facebook milik kamri alwi, kadis pertanian kabupaten Pohuwato.

Hibata.id – Kepala Dinas Pertanian Pohuwato, Kamri Alwi, akhirnya memberikan klarifikasi terkait ketidakhadirannya dalam rapat evaluasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang digelar DPRD. Menurut Kamri, ketidakhadirannya karena pendelegasian tugas dan jadwal yang bersamaan dengan kegiatan evaluasi pertanian di tingkat provinsi.

“Kalau saya kan begini istilahnya, ada namanya pendelegasian. Itu kami berbagi tugas. Saya ada undangan hari Jumat itu untuk evaluasi kegiatan pertanian di provinsi. Fokus saya salah satunya perencanaan cetak sawah, karena ini program membantu pertanian Pohuwato,” ujarnya saat ditemui di Kantor Dinas Pertanian, Selasa (18/11/2025).

Scroll untuk baca berita

Kadis menjelaskan, ketidakhadirannya bukan karena meremehkan rapat. Ia menekankan keputusan itu juga berkaitan dengan efisiensi anggaran. “Kalau saya dari kota pulang ke sini, baru yang dari sini ke kota, sementara mereka tidak ada SPPD. Jadi kami berbagi tugas, saya putuskan,” katanya.

Baca Juga:  Plesetan “Bekeng Susah Gorontalo” Menggema di Depan BSG

Kamri meyakini semua pejabat teknis di dinasnya mampu menjelaskan terkait PAD. “Kan semua bisa menjelaskan. Tidak harus saya yang menjelaskan PAD. Apakah ketika saya hadir kemudian PAD bertambah? Kan tetap sama. Mereka juga mengerti sumber PAD. Kalau evaluasi menunjukkan ada yang belum maksimal, ini kami jadikan bahan evaluasi,” jelasnya.

Baca Juga:  BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Gorontalo Hari ini

Meski begitu, Kamri tetap optimis capaian PAD tahun ini bisa tercapai. “Kalau ditanya, saya masih optimis. Insyaallah tidak meleset. Saya sudah bilang ke teman-teman, kalau cetak sawah ini berjalan November ini, setiap hektare selesai, kami bayar,” ujarnya.

Baca Juga:  Muhammadiyah Tetapkan Awal Ramadan 2025, Bagaimana Keputusan Pemerintah?

Ia menambahkan, pihaknya akan menyerahkan hasil capaian PAD kepada pimpinan jika target tidak terpenuhi. “Saya tidak memaksakan diri. Intinya saya sudah berusaha semaksimal mungkin, mencoba berbagai cara, tidak mengeluh. Yang tercapai ya itu yang mampu saya lakukan,” tandasnya.

Sebelumnya, Sekretaris Dinas Pertanian memaparkan bahwa PAD dari sektor pertanian baru mencapai 36,17 persen atau sekitar Rp 225 juta dari target Rp 622 juta.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel