Scroll untuk baca berita
Kabar

Dituding Penyebab Banjir Pohuwato, Pani Gold Project Bilang Begini!

×

Dituding Penyebab Banjir Pohuwato, Pani Gold Project Bilang Begini!

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi banjir di Pohuwato. (Foto: AI)
Ilustrasi banjir di Pohuwato. (Foto: AI)

Hibata.id – Banjir besar menerjang Desa Hulawa, Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, dan disebut warga sebagai banjir terparah yang pernah terjadi di wilayah tersebut. Sejumlah warga menuding kerusakan lingkungan akibat aktivitas pertambangan emas sebagai salah satu pemicu bencana.

Tudingan itu diarahkan kepada aktivitas tambang Pani Gold Project (PGP) yang beroperasi di sekitar kawasan hulu. Warga menilai penggundulan hutan di wilayah pegunungan memperparah dampak hujan deras hingga menyebabkan luapan air ke permukiman.

Menanggapi tudingan tersebut, pihak Pani Gold Project memberikan penjelasan berbeda. Kepala Humas PGP, Kurniawan Siswoko, mengatakan banjir di Dusun Kapali, Desa Hulawa, disebabkan meluapnya Sungai Taluduyunu yang mengalami pendangkalan cukup parah.

Baca Juga:  Tips Sukses Lolos Rekrutmen CPNS 2024

“Kalau melihat kondisi di lapangan, banjir terjadi karena Sungai Taluduyunu meluap. Badan sungainya sudah dangkal dan melebar, sehingga tidak mampu menampung debit air,” kata Kurniawan.

Menurut dia, pendangkalan sungai dipicu oleh sedimentasi yang bersumber dari aktivitas penambangan tanpa izin di wilayah hulu. Aktivitas tersebut, kata Kurniawan, telah berlangsung lama tanpa pengawasan dan tanpa upaya rehabilitasi lingkungan.

Baca Juga:  Kematian Jeksen Mahasiswa UNG, Fakta Baru Diksar Maut Seret Nama WD III

“Di hulu sungai banyak bukaan lahan menggunakan alat berat oleh penambang ilegal. Itu terjadi sejak lama dan tidak disertai reklamasi,” ujarnya.

Kurniawan juga menegaskan bahwa aktivitas Pani Gold Project di wilayah tersebut masih berskala terbatas dan tidak berada di lokasi yang disebut warga sebagai sumber utama kerusakan lingkungan.

Sebelumnya, salah seorang warga Desa Hulawa, Anwar Husain, menilai banjir tidak hanya disebabkan curah hujan tinggi. Ia menyebut penggundulan hutan di kawasan pegunungan turut memperparah kondisi daerah aliran sungai.

Baca Juga:  Ramalan Cinta Zodiak 2025, Peluang Baru dan Transformasi Romantis

“Selain hujan deras, banjir ini karena hutan di atas gunung sudah gundul akibat aktivitas tambang Pani Gold Mine,” kata Anwar, seperti dikutip Wartanesia.id. Ia menyebut warga belum pernah mengalami banjir dengan skala sebesar ini.

Perbedaan pandangan antara warga dan pihak perusahaan menegaskan perlunya kajian menyeluruh dari instansi berwenang untuk memastikan penyebab utama banjir. Penanganan lingkungan dan pengawasan aktivitas pertambangan dinilai penting untuk mencegah bencana serupa terulang.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel