Hibata.id – Pemerintah Kota Gorontalo berencana memanfaatkan kawasan Terminal Pasar Sentral sebagai Kampung Ramadan selama bulan puasa.
Kebijakan ini ditujukan untuk memberi ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya penjual takjil.
Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea mengatakan kawasan tersebut akan diatur sebagai pusat aktivitas masyarakat menjelang waktu berbuka puasa.
Rencana itu disampaikannya usai rapat koordinasi dan evaluasi penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan di Bandhayo Lo Yiladia, Jumat, 30 Januari 2026.
Menurut Adhan, aktivitas di kawasan terminal akan dimulai pada sore hari. Jalan di sekitar Pasar Sentral dan Terminal akan ditutup sementara setelah waktu salat Ashar.
“Lepas Ashar jalan ditutup untuk menunggu buka puasa,” kata Adhan sambil menyebut para pedagang takjil akan difasilitasi berjualan di dalam kawasan terminal.
Konsep Kampung Ramadan ini, kata dia, diharapkan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat selama bulan suci.
“Bisa orang jual takjil di dalam terminal. Kampung Ramadan,” ujarnya.
Adhan menambahkan, aktivitas malam hari di Pelataran Sentral akan disesuaikan dengan pelaksanaan ibadah salat tarawih. “Habis tarawih,” katanya singkat.
Selain itu, pemerintah kota juga berencana menggelar salat tarawih di salah satu lokasi di kawasan Pasar Sentral. Salat tarawih tersebut akan dilaksanakan delapan rakaat.
“Di Pasar Sentral juga akan ada salat tarawih delapan rakaat, supaya masyarakat bisa salat di situ,” kata Adhan.












