Hibata.id – Pagi itu, halaman Rumah Sakit Zainal Umar Sidiki (RS ZUS) Gorontalo Utara tampak lebih ramai dari biasanya.
Barisan tenaga kontrak BLUD berdiri rapi mengikuti apel perdana setelah pembaruan kontrak kerja, Senin (2/1).
Di hadapan mereka, Zainal Radjamuda, S.Kep., Ns., menyampaikan pesan yang langsung menusuk inti pelayanan rumah sakit.
“SPO bukan pilihan, tapi kewajiban mutlak yang harus dipatuhi,” tegasnya.
Kalimat itu bukan sekadar pengingat. Zainal ingin seluruh tenaga medis memahami satu hal: pelayanan kesehatan tidak boleh dijalankan dengan setengah hati.
Menurut Zainal, rumah sakit adalah lingkungan kerja berisiko tinggi. Kesalahan kecil bisa berdampak besar, bahkan menyangkut nyawa pasien.
“Kelalaian akibat ketidakdisiplinan bisa berakibat fatal,” ujarnya.
Karena itu, keselamatan pasien harus menjadi prioritas utama.
Zainal juga menekankan bahwa wajah rumah sakit bukan ditentukan oleh gedung megah, tetapi oleh kedisiplinan tenaga kesehatan dalam hal-hal sederhana.
Mulai dari tepat waktu saat operan jaga, kerapian seragam, hingga kepatuhan pada prosedur.
“Profesionalisme terlihat dari detail,” katanya.
Tinggalkan Ego, Bangun Tim Solid
Di akhir arahannya, Zainal menyentil persoalan lama yang sering muncul di dunia kesehatan: ego antarprofesi.
Ia meminta dokter, perawat, dan tenaga medis lain bekerja sebagai satu tim, bukan berjalan sendiri-sendiri.
“Kolaborasi lintas profesi adalah kunci pelayanan prima,” pungkasnya.
Apel pagi itu pun ditutup dengan pesan jelas: di rumah sakit, disiplin bukan sekadar aturan—melainkan tanggung jawab.












