Hibata.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo terus mematangkan persiapan akomodasi bagi puluhan ribu peserta Pekan Nasional (PENAS) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) XVII Tahun 2026 dengan memverifikasi ribuan rumah warga yang akan difungsikan sementara sebagai homestay.
Kepala Bidang Penyuluhan Pertanian Dinas Pertanian Kabupaten Gorontalo Sakinah Wazir mengatakan, hingga awal Februari 2026 pihaknya telah memverifikasi sebanyak 5.724 unit rumah warga sebagai homestay, mendekati target awal 6.027 unit hunian.
“Verifikasi homestay terus berjalan dan saat ini sudah mencapai 5.724 rumah. Jumlah itu hampir memenuhi target awal yang telah ditetapkan,” kata Sakinah di Gorontalo, Senin (9/2/2026).
Ia menjelaskan, ribuan homestay tersebut tersebar di lima kecamatan strategis, yakni Kecamatan Limboto, Limboto Barat, Telaga, Telaga Biru, dan Telaga Jaya.
Menurut dia, ketersediaan homestay berbasis rumah warga itu diproyeksikan dapat menampung sekitar 30.000 peserta, dari total estimasi 35.000 tamu yang akan hadir selama pelaksanaan PENAS KTNA XVII.
Pemkab Gorontalo melibatkan penyuluh pertanian, camat, kepala desa, hingga lurah dalam proses pendataan dan verifikasi untuk memastikan kelayakan hunian serta kesiapan masyarakat sebagai tuan rumah.
“Kami bekerja sama dengan penyuluh pertanian, camat, kepala desa, dan lurah agar peserta memiliki tempat tinggal yang layak selama kegiatan berlangsung sekitar lima hari,” ujar Sakinah.
Tarif Homestay Ditentukan Rp160 Ribu per Hari
Untuk menjaga kenyamanan peserta sekaligus memastikan keseragaman layanan, Pemkab Gorontalo menetapkan tarif homestay sebesar Rp160.000 per orang per hari.
Tarif tersebut bersifat mandiri dan mencakup fasilitas menginap, serta penyediaan makan pagi dan makan malam yang disiapkan langsung oleh pemilik rumah.
Namun, Sakinah menegaskan bahwa tarif tersebut belum termasuk kebutuhan akomodasi khusus bagi panitia pusat, delegasi kementerian, serta direktorat teknis yang terlibat dalam kegiatan nasional tersebut.
Pemkab Prediksi PENAS KTNA Dorong Ekonomi Gorontalo
Pemkab Gorontalo memprediksi pelaksanaan PENAS KTNA XVII 2026 akan mendorong perputaran ekonomi daerah secara signifikan, terutama pada sektor penginapan, transportasi, kuliner, hingga pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Kehadiran puluhan ribu peserta dari berbagai provinsi di Indonesia diperkirakan meningkatkan permintaan layanan masyarakat, termasuk produk pangan lokal, jasa kendaraan, dan perdagangan.
Pemkab Gorontalo juga mengimbau masyarakat untuk memberikan pelayanan terbaik dan menjaga keramahan selama pelaksanaan agenda nasional tersebut, guna memperkuat citra daerah sebagai tuan rumah kegiatan berskala besar.













