Hibata.id – Sejumlah program unggulan pemerintah pusat pada era Presiden Prabowo Subianto akan masuk ke Kabupaten Buton Tengah (Buteng), Sulawesi Tenggara, pada 2026.
Program tersebut meliputi Kampung Nelayan Merah Putih, Kampung Budidaya Merah Putih, serta rencana pengembangan industri budidaya kelapa.
Bupati Buton Tengah Azhari menyampaikan kepastian tersebut saat menghadiri doa bersama menjelang Ramadan 1447 Hijriah di kediamannya, Selasa (17/2/2026) malam.
Azhari mengatakan pemerintah pusat mengalokasikan anggaran signifikan untuk Program Kampung Nelayan Merah Putih di Buteng.
“Program Presiden yang akan masuk di Buteng adalah Kampung Nelayan Merah Putih. Anggarannya lebih dari Rp20 miliar untuk setiap kampung nelayan dan satu kecamatan diminta satu lokasi,” kata Azhari.
Ia menjelaskan pemerintah daerah harus menyiapkan lahan seluas satu hektare untuk setiap lokasi sebagai syarat utama pelaksanaan program tersebut.
Dari tujuh kecamatan di Buteng, baru dua kecamatan yang dinilai siap dari sisi ketersediaan lahan, yakni Mawasangka dan Lakudo, masing-masing di wilayah Wamolo dan Boneoge.
“Kecamatan Gu dan Sangiawambulu belum memiliki lahan yang siap. Sementara kementerian meminta minimal lima lokasi dibangun,” ujarnya.
Jika program Kampung Nelayan Merah Putih berjalan, pemerintah pusat akan membangun berbagai fasilitas pendukung, antara lain rumah layak huni bagi nelayan, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN), pabrik es, serta bantuan kapal dan mesin tangkap.
Pemerintah juga menyalurkan dukungan pembiayaan melalui dana antara sekitar Rp20 miliar hingga Rp50 miliar per lokasi yang dikelola koperasi nelayan.
Azhari optimistis program tersebut dapat mulai berjalan pada 2026 dengan catatan seluruh persyaratan administrasi dan kesiapan lahan terpenuhi sesuai jadwal.
Selain Kampung Nelayan Merah Putih, Buton Tengah juga akan menerima Program Kampung Budidaya Merah Putih. Program ini mencakup pengembangan budidaya rumput laut jenis cottonii, kepiting rajungan, dan lobster.
“Untuk Kampung Budidaya Merah Putih, kami sudah menyiapkan lahan sekitar lima hektare, khususnya untuk budidaya rumput laut cottonii,” katanya.
Di sektor lain, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) merencanakan pengembangan industri budidaya kelapa di Buton Tengah.
Pemerintah daerah saat ini menunggu jadwal kunjungan dari Bappenas untuk menindaklanjuti rencana tersebut.
“Kami menunggu jadwal kunjungan dari Bappenas untuk membahas pengembangan industri kelapa di Buteng,” ujar Azhari.
Ia menilai masuknya berbagai program pemerintah pusat tersebut akan memperkuat ekonomi lokal, meningkatkan kesejahteraan nelayan dan pembudidaya, serta mendorong daya saing daerah di tingkat regional dan nasional.













