Scroll untuk baca berita
Kabar

Sahur atau Tahajud Lebih Dulu? Ini Penjelasan Lengkap

×

Sahur atau Tahajud Lebih Dulu? Ini Penjelasan Lengkap

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Ramadhan - Sahur atau Tahajud Lebih Dulu? Ini Penjelasan Lengkap/Hibata.id
Ilustrasi Ramadhan - Sahur atau Tahajud Lebih Dulu? Ini Penjelasan Lengkap/Hibata.id

Hibata.id – Banyak umat Muslim bertanya, sahur atau tahajud dulu saat Ramadan? Pertanyaan ini hampir selalu muncul setiap tahun, termasuk di Ramadan 2026.

Keduanya sama-sama ibadah sunah yang dianjurkan. Namun, saat waktu menjelang Subuh terasa singkat, sebagian orang bingung menentukan mana yang harus didahulukan.

Scroll untuk baca berita

Agar tidak ragu, penting memahami waktu dan keutamaan masing-masing.

Waktu Terbaik Shalat Tahajud

Shalat Tahajud adalah shalat malam yang dikerjakan setelah bangun tidur. Waktunya dimulai setelah Isya hingga sebelum Subuh.

Waktu paling utama adalah sepertiga malam terakhir. Pada waktu inilah doa lebih mudah dipanjatkan dengan khusyuk.

Allah SWT berfirman dalam QS Al-Isra ayat 79 tentang anjuran tahajud sebagai ibadah tambahan. Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim juga dijelaskan bahwa pada sepertiga malam terakhir Allah membuka pintu doa dan ampunan.

Baca Juga:  Demo Asik ala Adhan Dambea, Lagu Timur Iringi Ribuan ASN

Karena itu, banyak ulama menyarankan tahajud dilakukan menjelang Subuh.

Keutamaan Sahur yang Sering Diremehkan

Sahur bukan sekadar makan sebelum puasa. Rasulullah SAW bersabda:

“Bersahurlah kalian, karena dalam sahur itu terdapat keberkahan.” (HR Bukhari dan Muslim).

Sahur membantu menjaga stamina selama berpuasa. Ulama juga menganjurkan untuk mengakhirkan sahur, yakni mendekati waktu Subuh.

Perlu diketahui, batas akhir sahur adalah saat azan Subuh berkumandang. Imsak hanya penanda agar lebih berhati-hati.

Baca Juga:  Sungai Bone Gorontalo, Tempat Cuci Kendaraan Gratis Masih Populer

Jadi, Sahur atau Tahajud Lebih Dulu?

Jawabannya fleksibel

Jika Anda bangun lebih awal dan punya waktu cukup, kerjakan tahajud terlebih dahulu. Setelah itu, lanjutkan dengan sahur mendekati Subuh. Ini urutan yang banyak dianjurkan karena sesuai sunah mengakhirkan sahur.

Namun, jika waktu sempit atau tubuh terasa lelah, Anda boleh sahur lebih dulu. Setelah itu, jika masih ada waktu sebelum Subuh, lanjutkan dengan tahajud.

Pendakwah Ustadz Adi Hidayat pernah menjelaskan bahwa keduanya sama-sama sunah. Namun, dalam konteks Ramadan, sahur sering menjadi prioritas karena berkaitan dengan puasa yang hukumnya wajib.

Artinya, jangan sampai meninggalkan sahur demi mengejar tahajud.

Cara Praktis Agar Bisa Keduanya

Baca Juga:  Hasil Pembahasan Penyelesaian Tenaga Non-ASN oleh BKN Bersama Menteri PANRB

Agar tidak perlu memilih, Anda bisa mencoba cara berikut:

  • Tidur lebih awal.
  • Pasang alarm lebih dini.
  • Lakukan tahajud 2 rakaat lebih dulu.
  • Tutup dengan sahur mendekati Subuh.

Dengan manajemen waktu yang baik, keduanya bisa dikerjakan tanpa terburu-buru.

Sahur atau tahajud dulu bukan soal benar atau salah. Islam memberi kemudahan.

Jika waktu cukup, dahulukan tahajud lalu sahur. Jika waktu terbatas, pastikan sahur tidak terlewat. Setelah itu, manfaatkan sisa waktu untuk ibadah semampunya.

Yang terpenting adalah konsisten, ikhlas, dan menjaga semangat ibadah sepanjang Ramadan 2026.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel