Parlemen

Femmy Udoki Kecam Dugaan Pelecehan di Toilet City Mall Gorontalo

×

Femmy Udoki Kecam Dugaan Pelecehan di Toilet City Mall Gorontalo

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo, Femmy Udoki/Hibata.id
Anggota Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo, Femmy Udoki/Hibata.id

Hibata.id, Gorontalo – Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Femmy Udoki mengecam dugaan pelecehan seksual terhadap seorang perempuan di toilet Citimall Gorontalo.

Ia mendesak pengelola pusat perbelanjaan mengevaluasi sistem keamanan, terutama di area privat yang seharusnya menjamin privasi pengunjung.

Femmy menilai dugaan kejadian tersebut menjadi persoalan serius karena menyangkut keamanan perempuan saat menggunakan fasilitas umum.

“Ketika ruang publik sudah tidak memberikan rasa aman terhadap perempuan, ini menjadi persoalan serius yang tidak boleh dianggap sepele. Saya mengutuk keras kejadian ini,” tegas Femmy.

Legislator dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) itu mengatakan pengelola mal perlu memastikan toilet dan fasilitas privat lainnya terlindungi dari tindakan yang berpotensi mengganggu privasi maupun keselamatan pengunjung.

Baca Juga:  Kepala BNN Gorontalo Sri Bardiyati Purna Tugas, Tomas Mopili Beri Apresiasi

“Mestinya pihak mal meningkatkan pengamanannya, terutama di tempat-tempat privat seperti toilet. Jangan sampai perempuan yang datang untuk berbelanja atau sekadar menikmati fasilitas publik justru merasa takut dan tidak aman,” ujarnya.

Menurut Femmy, pengelola pusat perbelanjaan tidak cukup hanya mengandalkan petugas keamanan di area umum. Pengawasan akses menuju fasilitas privat dan kesiapan petugas dalam menerima laporan juga perlu mendapat perhatian.

Baca Juga:  DPRD dan Pemprov Gorontalo Bahas Pokir Inklusif untuk Perkuat Layanan Dasar

Ia meminta pengelola mengevaluasi mekanisme penanganan insiden agar setiap laporan dapat ditindaklanjuti secara cepat dan profesional.

Femmy menilai setiap perempuan berhak menggunakan fasilitas publik tanpa dihantui kekhawatiran terhadap kemungkinan pelanggaran privasi.

Jangan Abaikan Perlindungan Korban

Femmy juga menekankan pentingnya penanganan dugaan pelecehan seksual berdasarkan bukti dan pemeriksaan profesional. Pengelola mal dan aparat penegak hukum perlu memastikan setiap laporan ditindaklanjuti sesuai kewenangan masing-masing.

Selain proses penanganan, perlindungan identitas dan privasi korban harus menjadi perhatian. Penyebaran informasi pribadi maupun tekanan sosial berpotensi menambah beban bagi orang yang mengalami kejadian tersebut.

Baca Juga:  Antisipasi El Nino, Femmy Udoki Minta BPBD Patroli Wilayah Rawan Kekeringan

Bagi Femmy, pengelola fasilitas publik perlu menunjukkan tanggung jawab melalui pencegahan, pengawasan, dan mekanisme pengaduan yang dapat diakses pengunjung.

Dugaan pelecehan di toilet Citimall Gorontalo kembali menyoroti pentingnya keamanan perempuan di ruang publik. Evaluasi sistem keamanan diperlukan agar fasilitas yang digunakan masyarakat tetap memberikan perlindungan dan rasa aman.

Hingga seluruh fakta terungkap, dugaan tersebut harus ditangani secara profesional dengan mengedepankan bukti, perlindungan korban, dan asas praduga tak bersalah. (*)