Scroll untuk baca berita
Kabar

Bone Bolango Tak Lagi Kondusif, Fungsi Kominda Gorontalo Dipertanyakan

×

Bone Bolango Tak Lagi Kondusif, Fungsi Kominda Gorontalo Dipertanyakan

Sebarkan artikel ini
Tempat tersebut dikenal sebagai Center Point Bone Bolango, sebuah lokasi yang menjadi titik temu masyarakat/Hibata.id
Tempat tersebut dikenal sebagai Center Point Bone Bolango, sebuah lokasi yang menjadi titik temu masyarakat/Hibata.id

Hibata.id – Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, saat ini tengah dilirik publik usai gelombang demonstrasi terjadi hampir setiap hari.

Aksi unjuk rasa ini melibatkan dua kubu pendukung antara Bupati Ismet Mile dan Wakil Bupati Risman Tolinggohu.

Dalam satu hari, tercatat dua hingga tiga aksi demonstrasi berlangsung di lokasi berbeda.

Kondisi ini membuat situasi keamanan daerah disebut tidak lagi sepenuhnya kondusif.

Pelayanan publik pun ikut terdampak. Aktivitas pemerintahan dan pelayanan masyarakat sempat terganggu akibat demonstrasi beruntun tersebut.

Tidak hanya masyarakat, sejumlah aparatur sipil negara (ASN), pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), hingga aparat desa turut prihatin dan menyerukan agar situasi Bone Bolango kembali aman dan terkendali.

Baca Juga:  LP3G Ultimatum DPRD Bonebol: Tunda Pengangkatan Staf Ahli Jika Tak Sesuai Aturan

Situasi yang berlarut ini dinilai bukan sekadar perseteruan antar-elite, melainkan juga mengindikasikan dugaan kuat lemahnya fungsi Komunitas Intelijen Daerah (Kominda) dalam melakukan deteksi dini dan pencegahan konflik sosial.

Menanggapi eskalasi yang meningkat, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bone Bolango, Safri Puili, memastikan pihaknya telah berkoordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk menjaga stabilitas wilayah.

“Setiap aksi demonstrasi kami laporkan kepada Bupati agar pemerintah dapat mengambil langkah kebijakan yang tepat,” ujar Safri di Gorontalo, Kamis (6/11/2025).

Safri menjelaskan, meskipun aksi masih berlangsung secara damai, intelijen daerah mendeteksi adanya aktor besar di balik mobilisasi massa. Namun, identitas pihak tersebut belum dapat diungkap karena masih dalam tahap analisis.

Baca Juga:  Formasi CPNS 2024 Resmi Diumumkan, Berikut Waktu Pendaftaran

“Kami sedang mengumpulkan bukti yang kuat sebelum menyampaikan siapa yang membekingi gerakan ini,” tegasnya.

Kondisi Bone Bolango juga mendapat perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Gorontalo.

Kepala Kesbangpol Provinsi Gorontalo, Imran Bali, menuturkan bahwa pihaknya terus memantau dan berkoordinasi dengan Kesbangpol Bone Bolango untuk melakukan deteksi dini terhadap potensi konflik.

“Deteksi dini kami berjalan. Kami mengetahui jadwal dan lokasi setiap aksi demonstrasi,” ujar Imran.

Imran menambahkan, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail telah memberi arahan agar seluruh pihak menahan diri dan mengedepankan pendekatan persuasif.

Baca Juga:  PETI di Pohuwato Dibakarkan Diterbitkan, Tapi Polisi Tak Membenarkan

“Beliau berpesan agar tidak terjadi bentrokan antar massa di Bone Bolango,” kata Imran.

Imran berharap seluruh pihak yang terlibat, baik pemerintah, tokoh masyarakat, maupun pendukung kedua kubu, dapat duduk bersama mencari solusi damai.

Fokus utama, kata dia, harus dikembalikan pada pemulihan stabilitas daerah dan kelancaran pelayanan publik kepada masyarakat.

“Kepentingan masyarakat jauh lebih penting daripada konflik politik. Kita semua harus menjaga Bone Bolango tetap aman,” tutupnya.

**Cek berita dan artikel terbaru di GOOGLE NEWS dan ikuti WhatsApp Channel